PMI Asal Lamongan Didominasi Lulusan SMA, Berikut Negara Tujuan Terbanyak

Ahmad Asif Alafi • Dipublikasikan Jumat, 10 Oktober 2025 | 02:02 WIB
Photo
Photo

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Tahun ini terdata 225 warga Lamongan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang didominasi lulusan SMA sebanyak 132 orang. Kemudian lulusan SMP 59 orang, lulusan SD ada 13 orang, bergelar S1 ada 9 orang, D3 ada 2 orang, D1 ada 4 orang, dan tidak sekolah ada 6 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Lamongan, M. Zamroni menjelaskan, lulusan SMA yang sudah sesuai kriteria umur, maka termotivasi untuk berangkat. Sebab, diakuinya, di luar negeri banyak lowongan pada bidang produksi hingga pengolahan.

Saat ini, terbanyak masih di bidang industri pengolahan, yang mencapai 77 PMI. Tiga jenis pekerjaan lain yang paling diminati, yakni kontruksi 35 PMI, caregiver (pengasuh) 32 PMI, dan housemaid (pekerja rumah tangga) 26 PMI.

Sementara, empat negara tujuan terbanyak, yakni Taiwan sebanyak 144 orang, Hongkong 26 orang, Malaysia 18 orang, dan Turki 7 orang. Dia mengakui saat ini Negara Taiwan menjadi primadona PMI.

‘’Khususnya yang benar-benar punya keterampilan. Selain kepastian kerja, juga upah kerjanya lebih menjanjikan,’’ tuturnya.

Biasanya Malaysia sebagai negara paling diminati. Dia mengatakan, ada beberapa faktor penyebabnya. Antara lain di Malaysia banyak operasi, karena banyak PMI illegal.

Sehingga, Zamroni mengaku, beberapa kali memulangkan PMI dari Malaysia karena ilegal dan tidak sesuai permit. ‘’Selain itu faktor di Malaysia sudah dibatasi,’’ ucapnya.

Zamroni mengimbau para PMI wajib mentaati aturan dalam kesepakatan perjanjian kerja dengan perusahaan penempatan kerja. Sehingga bisa membawa nama baik Lamongan khususnya, serta pada umumnya Negara Indonesia.

‘’Kita tahu PMI kita terkenal ulet. Harapan kita, pekerja bisa sesuai pekerjaan yang ditetapakan atau sesuai bidang masing-masing,’’ ujarnya.

Zamroni juga mewanti-wanti PMI yang hendak berangkat agar sesuai prosedur atau legal. ‘’Jadi kita bisa memantau perkembangan PMI,’’ imbuhnya. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
Sumber : Radar Lamongan
lamongan pmi dinas tenaga kerja pekerja migran indonesia