RADARLAMONGAN.CO, JAWA POS.COM – Setelah lama menjadi kota tanpa denyut angkutan umum, Lamongan kini kembali bergairah dengan hadirnya Trans Jatim Koridor VII. Bus nyaman ber-AC ini resmi beroperasi pada 7 Oktober 2025 dan menjadi angin segar bagi warga, terutama pelajar, pekerja, dan masyarakat yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.
Koridor VII menghubungkan Terminal Lamongan hingga Terminal Paciran dengan jarak sekitar 38 kilometer. Namun yang paling menarik, sebagian besar rutenya melewati jalan-jalan utama dalam Kota Lamongan, menjadikannya solusi nyata untuk menghidupkan kembali sistem transportasi dalam kota yang sudah lama mati suri.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengatakan bahwa rute ini dirancang tidak hanya untuk antar-kecamatan, tetapi juga mempermudah warga di pusat kota.
“Trans Jatim Koridor VII ini menjadi wajah baru transportasi publik Lamongan. Bus akan masuk ke dalam kota agar masyarakat mudah naik tanpa harus ke terminal,” ujarnya.
Jalur Dalam Kota yang Dilewati.
Dari hasil koordinasi Dishub Lamongan dengan operator Trans Jatim, bus Koridor VII akan melintasi sejumlah jalan utama di dalam kota. Jalur dimulai dari Terminal Lamongan, kemudian masuk ke Jalan Basuki Rahmad, yang merupakan jantung kota dan pusat aktivitas ekonomi. Dari sana, bus melanjutkan ke Jalan Mastrip hingga pertigaan Plembon Sukodadi—titik penting penghubung menuju arah utara.
Menariknya, rute ini juga melewati kawasan pendidikan seperti UNISDA (Universitas Darul ‘Ulum). Tak heran, pelajar dan mahasiswa diprediksi menjadi pengguna utama layanan ini. Dalam perjalanan kembali ke terminal, bus akan melalui jalur berbeda: Jalan Ahmad Dahlan – Sunan Drajat – Sumargo – Veteran – Basuki Rahmad, sebelum akhirnya kembali ke Terminal Lamongan.
Beberapa sekolah besar di sekitar jalur ini juga akan dilengkapi halte, seperti SMAN 1 Lamongan, SMKN 2, MAN 1, SMPN 2 Lamongan dan kampus Unisla. Ini diharapkan memudahkan mobilitas pelajar tanpa perlu diantar-jemput kendaraan pribadi.
Jam Operasional dan Interval.
Bus Trans Jatim Koridor VII beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB. Untuk memberikan layanan yang efektif, bus berangkat dengan interval setiap 15–20 menit pada jam normal, dan bisa lebih cepat (10–15 menit) pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Estimasi jadwal dalam kota, bus pertama berangkat dari Terminal Lamongan pukul 05.00 dan tiba di kawasan Plembon sekitar pukul 05.20. Sementara untuk arah sebaliknya (dari Paciran ke Lamongan), bus mulai memasuki jalur dalam kota sekitar pukul 17.30–18.30 sebelum berakhir di terminal.
Tarif Murah dan Ramah Pelajar.
Salah satu daya tarik Trans Jatim adalah tarifnya yang sangat terjangkau. Cukup dengan Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk pelajar dan santri, masyarakat sudah bisa menikmati perjalanan aman dan nyaman di bus ber-AC yang dilengkapi CCTV serta sistem pembayaran non-tunai (cashless).
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan layanan ini bisa melayani hingga 2.000 penumpang per hari di Lamongan. Saat ini, tersedia 20 unit armada bus yang melayani rute Lamongan–Paciran pulang-pergi.
Dampak Besar untuk Warga Lamongan.
Hadirnya Trans Jatim Koridor VII dinilai membawa perubahan signifikan. Selama hampir satu dekade terakhir, angkutan kota di Kota Lamongan praktis tidak beroperasi karena kalah bersaing dengan sepeda motor pribadi dan ojek daring. Kini, bus Trans Jatim menjadi pengganti sekaligus penyambung mobilitas publik yang lama hilang.
Selain menghidupkan kembali transportasi publik, keberadaan Trans Jatim juga diyakini mampu mengurangi kemacetan dan polusi udara di pusat kota. Banyak warga mulai beralih ke transportasi umum karena lebih hemat dan efisien.
Menuju Kota yang Lebih Hidup
Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Dishub Jatim juga berencana menambah 25 titik halte permanen, termasuk di sekitar Alun-Alun, Pasar Baru, dan kawasan pendidikan. Dengan desain halte modern dan rute yang menjangkau berbagai sisi kota, Lamongan diharapkan bisa menjadi contoh sukses pengelolaan transportasi publik di kabupaten.
Kehadiran Trans Jatim Koridor VII bukan sekadar menghadirkan bus baru, tetapi juga menandai kebangkitan kembali wajah transportasi dalam kota Lamongan — sebuah langkah menuju kota yang lebih hidup, terhubung, dan ramah bagi semua lapisan masyarakat. (feb)
Editor : Anjar D. Pradipta