Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Lamongan Masih Tinggi, Pelaku Didominasi Orang Dekat

Rika Ratmawati • Senin, 6 Oktober 2025 | 19:05 WIB
Photo
Photo

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Angka kekerasan terhadap anak dan perempuan masih tinggi. Hingga September, jumlah temuan kekerasan anak sebanyak 36 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebanyak 29 kasus.

Sementara kekerasan pada perempuan 20 kasus, yang meningkat dibandingkan sebelumnya 19 kasus. Kepala DPPA Lamongan, Ummuronah menjelaskan, upaya pencegahan terus dilakukan dengan melibatkan banyak pihak dalam melakukan sosialisasi.

Namun cukup disayangkan karena kasus yang muncul sebagian besar pelakunya merupakan orang terdekat. Padahal seharusnya mereka menjadi tempat berlindung, tapi justru menghancurkan masa depan anak-anak.

Meski tidak merinci temuan kasus yang dilakukan orang terdekat, tapi dari 36 kasus ini sebagian besar pelecehan seksual.

“Kami berharap orang tua, keluarga bisa menjadi sarana berkomunikasi yang nyaman untuk anak,” imbuhnya.

Menurut dia, temuan kasus anak memang tinggi hingga September. Meski tidak membenarkan karena banyaknya kasus. Namun dengan terungkapnya kasus ini, pastinya akan memudahkan untuk melakukan penanganan.

Pihaknya dibantu psikolog untuk melakukan pendampingan, karena pastinya mental mereka akan down dan malu. Selain dipastikan kerahasiaannya, Umu mengajak agar keluarga, kerabat, maupun tetangga untuk bersama mengungkapkan apabila terjadi masalah kekerasan, baik dalam bentuk fisik maupun verbal.

Ummu mengatakan, untuk kasus terhadap perempuan juga masih tinggi. Rata-rata kekerasan dalam rumah tangga, yang jumlahnya juga lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

“Kasus anak maupun perempuan naik, jadi kita terus meningkatkan upaya pencegahan dengan melibatkan semua pihak,” imbuhnya.

Ummu menuturkan, semakin banyak yang melapor akan lebih baik. Karena penanganan bisa langsung dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Jika tidak berani melapor dikhawatirkan dampak panjangnya.

“Lebih baik melapor, akan kita rahasiakan dan bantu penyembuhannya baik secara psikis maupun lainnya,” tuturnya. (rka/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#kekerasan perempuan dan anak #pelecehan seksual #lamongan