LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Polres Lamongan terus mendalami kasus dugaan keracunan belasan siswa SMAN 2 Lamongan yang terjadi pada 17 September 2025 lalu. Sejauh ini, tiga dokter telah dimintai keterangan sebagai saksi.
Ketiga dokter tersebut berasal dari Rumah Sakit Nashrul Ummah Lamongan, Rumah Sakit Permata Hati, serta Klinik Sartika Lamongan. Mereka merupakan tenaga medis yang pertama kali menangani para siswa saat mengalami gejala diduga keracunan.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap para dokter tersebut.
“Iya benar, ketiganya dimintai keterangan oleh penyidik. Namun hasil pemeriksaan masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Hamzaid menambahkan, penyidik masih mendalami kronologi serta kemungkinan sumber dugaan keracunan. Tidak menutup kemungkinan, pemeriksaan akan berlanjut dengan memanggil saksi lain.
Sementara itu, hasil uji laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan seluruh sampel makanan maupun muntahan siswa dinyatakan negatif dari zat berbahaya.
Meski begitu, sejumlah pelajar yang sempat dilarikan ke rumah sakit mengaku mengalami sakit perut usai menyantap soto ayam dari makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pada hari kejadian.
Hingga kini, penyebab pasti kasus tersebut belum terungkap. Sementara itu, SPPG Lamongan juga masih menutup pendistribusian MBG di wilayah dalam kota. (mal)
Editor : Anjar D. Pradipta