LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Sebanyak empat siswa SDN 1 Kedukbembem, Kecamatan Mantup mengeluhkan mual usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) di sekolahnya, Rabu (1/10).
Para siswa sempat dilarikan ke Puskesmas Mantup untuk mendapatkan perawatan. Namun mereka tak sampai rawat inap dan langung diperbolehkan pulang.
Wartawan koran ini mendatangi SDN 1 Kedukbembem untuk meminta konfirmasi. Namun beberapa guru memilih pulang dan enggan memberikan konfirmasi.
Dokter piket Puskesmas Mantup, dr. Mitha menjelaskan, penyebab empat siswa mual tersebut belum bisa didiagnosis akibat keracunan, sebelum hasil keluar.
Menurut dia, ada beberapa hal yang harus digaris bawahi dalam kejadian keracunan. Meliputi makanan dan proses pencernaan. Selanjutnya baru muncul gejala. Namun harus disampling terlebih dulu untuk membuktikan dari keracunan makanan.
‘’Memang ada anak masuk dan telah dibawa gurunya ke sini,’’ ucapnya.
Dia menjelaskan, satu guru membawa dua siswa mengeluhkan mual ke Puskesmas Mantup sekitar pukul 09.00 WIB. ‘’Setelah diperiksa, ternyata anak tersebut temperaturnya 37 derajad, sehingga belum bisa dikatakan demam,’’ ucapnya.
Tak lama kemudian, dua siswa dengan keluhan yang sama datang. ‘’Dari situlah datang lagi dua anak yang bilangnya muntah, sehingga dilakukan pemeriksaan lagi,’’ bebernya.
Dr. Mitha menuturkan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap dua pasien, yang muntah ketika mencoba sedikit makanan. Menurut dia, ke empat anak tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan.
‘’Sehinga saat ini saya sebagai dokter telah menyimpulkan 75 persen anak ini bukan keracunan, namun dirinya tidak suka dengan makananya,’’ terang dr. Mitha. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta