radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Dari enam siswa SMKN Palang yang diduga keracunan akibat melahap menu makan bergizi gratis (MBG), hingga Jumat (27/9) separonya masih menjalani perawatan medis RSUD dr R Koesma.
Rumah sakit pelat merah itu sempat tinggal menangani dua pasien.
Namun, seorang siswa yang diizinkan pulang ternyata kondisinya tak kunjung membaik.
Baca Juga: Seorang Siswi Muntah Campur Darah, Keracunan di SMKN Palang Diduga setelah Makan Nasi Goreng MBG
Akibatnya, siswa tersebut kembali dilarikan ke RSUD dr. R Koesma.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD dr R Koesma, Heni Purnomo Wati, menjelaskan, pasien kembali dirujuk dengan kondisi lemas, mual, dan muntah pada sekitar pukul 10.00. Pihaknya memberikan obat antimual.
Sekitar enam jam siswa tersebut menjalani observasi di instalasi gawat darurat (IGD).
‘’Karena gejalanya masih berlanjut dan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, akhirnya diputuskan untuk opname,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban melalui sambungan telepon, Jumat (26/9) sore.
Dia memerkirakan siswa tersebut segera bisa pulang lagi.
Sebab, selama masa observasi hasilnya menunjukkan tanda-tanda membaik.
‘’Kemungkinan besok (Sabtu, Red) pasien sudah bisa dipulangkan jika kondisinya semakin membaik,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala SMKN Palang, Imam Subeki, menjelaskan, sekolahnya baru mendapatkan jatah MBG sejak Senin (15/9).
Lima hari pertama, jatah nasi diberikan pukul 11.00. Pihak sekolah membagikan ke siswa saat istirahat siang sebelum salat berjamaah pukul 11.50.
Tiga hari terakhir, jadwal pengiriman berubah lebih awal, menjadi pukul 11.00.
Namun, distribusinya tetap sama.
‘’Dua hari terakhir (setelah perubahan jadwal pengiriman, Red) tidak ada masalah, tetapi hari ketiga beberapa siswa merasa mual, pening, dan sesak nafas setelah mengonsumsi MBG,’’ jelasnya. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma