radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Polres Lamongan ikut turun tangan terkait belasan siswa keracunan yang diduga berasal dari menu makanan bergizi gratis (MBG).
Polisi memanggil pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Jetis, Kecamatan Lamongan, Frangky Irawan, Jumat (19/9).
SPPG tersebut yang mendistribusikan menu MBG ke SMAN 2 Lamongan.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, mengatakan, selain memintai keterangan pengelola dapur SPPG Jetis, pihaknya juga menunggu hasil lab di Surabaya yang dikirimkan Dinkes Lamongan.
‘’Hari ini, (kemarin, Red) hanya pemilik SPPG saja yang dimintai keterangan, sambil menunggu hasil lab tersebut,’’ ujarnya.
Apakah siswa yang mengalami keracunan juga dimintai keterangan? Hamzaid mengatakan, saat ini sebagian korban masih sakit dan sebagian lagi baru sembuh, pulang dari rumah sakit.
‘’Jadi sabar terlebih dahulu, tak menutup kemungkinan nantinya dimintai keterangan,’’ imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Humas dan Pemasaran RS Nashrul Ummah Lamongan, Irmayanti, mengatakan, hingga Jumat masih empat pasien yang dilakukan perawatan di rumah sakit setempat.
Dua pasien lainnya, sudah dipulangkan karena kondisinya membaik.
Empat pasien yang masih dirawat itu, rata – rata leokositnya tinggi.
Sebagian juga masih merasakan mual.
‘’Kemungkinan besok (Sabtu ini, Red) akan dilakukan lab lagi,’’ katanya.
Awalnya, RSNU menerima belasan siswa SMAN 2 Lamongan yang diduga keracunan tersebut.
Setelah ditangani, tinggal enam siswa yang dirawat di RS tersebut.
Selain di RSNU, sempat ada siswa yang juga diduga keracunan dirawat di RS Permata Hati (1), RS Sartika (2), dan Puskesmas Deket (1). (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma