Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Konsisten Ciptakan Lingkungan Bersih dan Masyarakat Sehat, Kades Sidorejo Saptaya Nugraha Duta, SE, MM, Raih Radar Bojonegoro Awards 2025

Indra Gunawan • Kamis, 4 September 2025 | 15:57 WIB
Kades Sidorejo, Saptaya Nugraha Duta, SE, MM saat menerima penghargaan Radar Bojonegoro Awards 2025 Kategori Lingkungan.
Kades Sidorejo, Saptaya Nugraha Duta, SE, MM saat menerima penghargaan Radar Bojonegoro Awards 2025 Kategori Lingkungan.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Lingkungan yang bersih dan asri terpancar di setiap titik lingkungan Desa Sidorejo, Kecamatan Deket.

Hal itu tak lepas dari peran Kades Sidorejo, Saptaya Nugraha Duta, SE, MM, yang menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada seluruh masyarakat.

‘’Lingkungan di kami seperti ini, tidak ada lomba ya tetap terjaga bersih, tidak ada manipulasi. Jangan sampai kalau kita lomba saja bersih, tapi keseharian sebaliknya,’’ tutur Nugroho, sapaan akrabnya.

Kegigihan tersebut menorehkan berbagai prestasi tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Terbaru, Nugraha menerima penghargaan Radar Bojonegoro Awards 2025.

Penghargaan Inspirasi Desa Kategori Lingkungan tersebut diberikan langsung Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro, Bachtiar Febrianto kepada Nugraha di Hotel MCM Bojonegoro, Selasa (26/8).

‘’Terima kasih Jawa Pos Radar Bojonegoro atas apresiasi yang diberikan. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk berbuat lebih baik lagi kedepannya,’’ ujar Ketua AKD Kabupaten Lamongan tersebut.

Baca Juga: Jelang LIga 2 Championship, Persiku Incar Gelandang Asing yang Musim Lalu Ditangani Aji Santoso

Selama menjabat, dia menerapkan slogan ‘’Bejo Pangku Semar’’ (bersih hijau kampungku, sehat masyarakatku).

Sederet piagam dan trophy diraih. Desa Sidorejo selalu menyabet juara umum Lamongan Green and Clean (LGC), yang mulai digelar 2013 hingga saat ini. Sedangkan di tingkat Provinsi Jatim, Desa Sidorejo sudah menyabet pratama, madya, utama, dan berseri mulai Tahun 2016 hingga Tahun 2018.

Lebih membanggakan, desa dengan 15 RT tersebut menyabet penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) kategori utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tahun 2018.

Kades Sidorejo Saptaya Nugraha Duta, SE, MM, saat foto bersama Bupati Yes usai menerima penghargaan Radar Bojonegoro Awards.
Kades Sidorejo Saptaya Nugraha Duta, SE, MM, saat foto bersama Bupati Yes usai menerima penghargaan Radar Bojonegoro Awards.

Tahun lalu, desa yang terdiri dari Dusun Keset dan Dusun Bakalan tersebut menyabet kategori lestari, yang merupakan kasta tertinggi penghargaan Proklim dari KLHK.

‘’Itu (Proklim kategori lestari, Red) di  Kabupaten Lamongan, hanya di Desa Sidorejo,’’ ungkap Nugraha sambil tersenyum kecil.

Menurut Nugroho, menjaga lingkungan itu tidak bisa secara instan, tapi harus secara berkesinambungan.

Sehingga, pihaknya menanamkan mulai anak-anak hingga remaja tertanam perilaku PHBS. Sehingga ke depan diharapkan, generasi muda ini juga akan menurunkan mental tersebut ketika sudah tumbuh dewasa.

Sehingga, Pemerintah Desa Sidorejo intens memberikan sosialisasi melalui guru dan kepala sekolah TK dan SD.

Hasilnya, lembaga SD setempat baru saja meraih penghargaan adiwiyata tingkat kabupaten.

‘’Tujuan kami bukan hadiah lombanya. Tapi kami mempersiapkan lingkungan bersih, asri, dan sehat. Sehingga tujuan utamanya bagaimana masyarakat itu menjadi masyarakat yang sehat. Kalaupun kita mendapatkan hadiah itu bonus saja, bukan tujuan utama,’’ tuturnya.

Baca Juga: Ada Anggaran Pemeliharaan Rutin, DLH Rapikan Pohon

Dia menjelaskan, jika tujuan utamanya hanya hadiah, maka setelah kalah akan hilang dan tidak bisa berkelanjutan.

‘’Alhamdulillah mulai Tahun 2013 sampai sekarang, istikamah mendapatkan (penghargaan, Red). Artinya mental sudah terbangun pada setiap masyarakat,’’ katanya.

Seperti diketahui, Nugroho sudah berjuang menata Desa Sidorejo sekitar 17 tahun. Hal itu menunjukkan, warga Desa Sidorejo memiliki kepercayaan besar terhadap kades berusia 54 tahun tersebut.

Tahun 2008 hingga 2014, Nugraha mengawali kiprah dengan penuh lika-liku. Selanjutnya, dia didapuk sebagai Pj Kades Sidorejo Tahun 2014 hingga 2016. Pada periode kedua Tahun 2016, Nugroho kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Kades bergelar S2 Manajemen tersebut kembali terpilih di periode ketiga Tahun 2022. Namun, Nugroho sempat dicaci maki saat awal memulai menata lingkungan.

Dulunya mayoritas warga membuang sampah ke jublang (kubangan) di pekarangan rumah. Namun, seiring berjalannya waktu lahan untuk membuang sampah terbatas.

Selanjutnya Nugraha menampung masukan dari masyarakat dengan membuat tempat penampungan sementara (TPS).

‘’Ternyata TPS tidak menyelesaikan masalah, tapi menambah masalah. Karena sampah menumpuk di situ dan baunya mengganggu masyarakat sekitar. Sehingga saya dikomplain warga. Kita menyelesaikan masalah, tapi menimbulkan masalah baru,’’ kenang Nugroho sambil mengerutkan dahi.

Pihaknya lalu berkoordinasi dengan DLH Lamongan dan Dinas Cipta Karya Lamongan, untuk bisa meminimalisasi sampah. Program LGC yang dicanangkan Pemkab Lamongan Tahun 2013, memberikan secercah cahaya bagi Nugraha untuk merealisasikan visinya menata lingkungan.

‘’Akhirnya nyambung, saya satu-satunya desa yang mendaftar pertama kali saat itu. Di LGC tidak dinilai lingkungannya saja, tapi bagaimana cara pengolahan sampah. Setelah itu, kita mulai melakukan pelatihan pengolahan sampah,’’ ujar kades kelahiran Lamongan tersebut.

Awalnya warga belum memiliki ilmu dan mengolah sampah secara otodidak. Dia menjelaskan, pihaknya lalu dibantu pihak Unilever dalam mengolah sampah.  Masyarakat diberi pelatihan selama empat hari, mulai pemilahan, penimbangan, pencatatan, dan lain sebagainya.

‘’Akhirnya 2017 kita punya bank sampah sektor. Sampai kita bisa bayar BPJS Kesehatan dengan sampah,’’ katanya.

Nugroho menuturkan, hasil dari pengolahan sampah bisa membantu masyarakat dalam membayar iuran BPJS Kesehatan. Awalnya keikutsertaan  warga Desa Sidorejo dalam keikutsertaan BPJS Kesehatan hanya 20 persen, kini sudah mencapai 95 persen.

‘’Hal itu merangsang masyarakat. Jika sampah yang merupakan barang tak berguna itu, setelah kita olah bisa bermanfaat untuk masyarakat. Sehingga masyarakat antusiasnnya tinggi,’’ sambungnya.

Beragam penghargaan yang diraih Desa Sidorejo, Kecamatan Deket mulai kabupaten, provinsi, hingga nasional berkat inovasi dan program yang dicanangkan Nugroho.

‘’Alhamdulillah support masyarakat di 15 RT (Desa Sidorejo, Red) sangat luar biasa,’’ ungkap Nugroho, sapaan akrabnya.

Meliputi inovasi Lobster (lombok, serai, dan terong), yakni setiap rumah warga gencar menanam tanaman tersebut.

Harga lombok yang fluktuatif, membuat warga bisa berhemat belanja dengan menanam sendiri. Sedangkan, serai memiliki zat yang membunuh jentik nyamuk, serta mematahkan mitos terkait terong yang justru memiliki banyak khasiat.

Setelah mendengar masukan dari warga, ternyata banyak anak-anak terkena ISPA. Setelah ditelusuri dari asap rokok. Sehingga, Pemdes Sidorejo menerapkan inovasi Sirohma pada Tahun 2017, yakni melarang warga merokok di dalam rumah.

‘’Kalau merokok harus keluar rumah. Alhamdulillah sampai sekarang berjalan. Itu juga menjaga kesehatan perokok pasif yang ada di rumah,’’ imbuhnya.

Nugroho juga menerapkan inovasi Cuci Paksa (cuci tangan pakai sabun) sejak Tahun 2017, yang akhirnya pemerintah pusat menerapkan program cuci tangan pakai sabun pada Tahun 2020.

‘’Sebelum ada pendemi Covid-19 sudah kita terapkan, karena dari PHBS itu sangat membantu masyarakat kami,’’ ujarnya. ‘’Kami juga meraih penghargaan Kampung Tangguh Semeru Tahun 2020,’’ imbuhnya.

Tahun 2021 dicanangkan inovasi Getah Nangka (gerakan tanam hidroponik untuk menambah gizi keluarga), yakni satu RT diwajibkan menanam hidroponik.

Tahun 2023 dikembangkan inovasi Getah Nangka Bening (gerakan tanam hidroponik bersama ikan untuk meningkatkan gizi), sebagai upaya mendukung program pemerintah untuk mencegah stunting.

Selain itu, inovasi Keranjang Cinta dicanangkan untuk mengantisipasi endemi demam berdarah.

‘’Alhamdulillah dibawa Puskesmas Deket meraih juara pertama inovasi tingkat kabupaten, naik ke provinsi juara tiga,’’ katanya.

Selain lingkungan dan kesehatan, Nugroho juga memberi perhatian pada infrastruktur jalan dan sarana prasarana (sarpras) olahraga.

Nugroho mengaku seluruh infrastruktur jalan sudah tertata dan fasilitas olahraga memadai.

‘’Desa kita ini kan terisolasi, akhirnya kita buat jalan tembus, Sidorejo-Dlangu, Sidorejo-Deketkulon, dan Sidorejo-Sugihwaras,’’ tuturnya.

Nugroho bersyukur, upaya membangun jalan tembusan mendapatkan dukungan penuh dari warga. Sejumlah warga sukarela memberikan tanahnya untuk dibuat jalan tanpa ganti rugi.

‘’Alhamdulillah sekarang sudah bisa dilalui, meski belum maksimal. Untuk fisik sudah tuntas semua,’’ imbuhnya.

Baca Juga: ABH Miliki 8,75 Gram SS, Divonis 15 Bulan di LPKA Blitar

Pihaknya mendapatkan bantuan pembangunan lapangan sepak bola dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Selanjutnya, Pemdes Sidorejo membangun pagar besi memutar dari dana desa (DD), agar tidak mengganggu lingkungan.

‘’Alhamdulillah kami punya lapangan olahraga, lapangan sepak bola, lapangan voli, dan futsal,’’ ujarnya.

Saat ini, pihaknya sedang membangun gedung serba guna dengan lebar 12 meter dan panjang 24 meter. Gedung tersebut rencana digunakan untuk olahraga indoor bulu tangkis, tenis meja, dan senam ibu-ibu.

‘’Mengarahkan pemuda dengan hal yang positif dengan fasilitas olahraga yang memadai. Tahun ini pembangunan rangka dan atap gedung serba guna, Insya Allah tahun depan dinding,’’ pungkasnya. (ind)

Editor : Indra Gunawan
#desa berseri #desa sidorejo #lamongan