LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan terus berkomitmen membantu masyarakat, khususnya pedagang kecil agar terhindar dari jeratan rentenir.
Komitmen itu diwujudkan melalui peluncuran program Pedagang Berdaya Merdeka dari Rentenir (Gaya Marinir) dalam rangka HUT RI ke-80, yang diresmikan, Kamis (21/8), di Balai Desa Sekaran, Kecamatan Sekaran, Lamongan.
Program ini merupakan kerja sama Baznas Jatim, Baznas Lamongan dengan PT BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda). Sebanyak 80 pedagang terpilih menjadi peserta perdana program yang sekaligus menjadi proyek percontohan (pilot project).
Acara launching tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Lamongan, Joko Nursiyanto, SH, MH. Hadir pula Wakil Ketua IV Baznas Provinsi Jawa Timur KH.
Husnul Khuluq MM, Direktur Operasional dan Bisnis PT. BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda), Deddy R Wibowo, Baznas Lamongan beserta jajaran, serta Forkopimcam Sekaran.
Wakil Ketua IV Baznas Provinsi Jawa Timur, KH. Husnul Khuluq MM, menjelaskan, ini bentuk program Baznas keseluruhan di Jatim, untuk penguatan modal. Tujuannya agar para pedagang ini tidak terjerat pinjaman rentenir yang bunganya memberatkan.
Melalui Gaya Marinir, Baznas bersama Pemkab Lamongan hadir memberikan penguatan modal sebesar Rp 1 juta. Seluruh biaya bunga dan operasional akan ditanggung Baznas, sehingga pedagang hanya mencicil Rp 100 ribu per bulan selama 10 bulan.
‘’Saya kira ini program yang sangat baik untuk masyarakat, untuk negara dan di agama sangat dianjurkan bagaimana meringankan beban orang tidak mampu,’’ ucapnya.
Ketua Baznas Lamongan, Bambang Eko Muljono, S.H., SpN., M.M, menjelaskan bahwa program ini selaras dengan arahan Gubernur Jawa Timur dan Baznas Jatim.
‘’Kami targetkan hingga akhir 2025 bisa menjangkau 300 hingga 500 pedagang kecil di berbagai desa. Dimulai dari 80 pedagang di Sekaran, program ini akan kami kembangkan ke pasar-pasar desa lain,’’ paparnya. ‘’ Harapannya pedagang berdaya merdeka dari rentenir,’’ imbuhnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Lamongan, Joko Nursiyanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas, baik provinsi maupun kabupaten.
Kehadiran program ini menjadi wujud nyata upaya negara dan daerah meringankan beban pedagang kecil agar mereka bisa berkembang dan mandiri,’’ ujarnya.
Kepala Desa Sekaran, Isman Afandi menyambut baik program ini.
‘’Kami merasa senang karena pedagang di pasar tradisional desa kami mendapat perhatian. Harapannya, program Gaya Marinir terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas,’’ katanya.
Program ini menjadi solusi alternatif bagi pedagang kecil agar tidak lagi bergantung pada rentenir, serta mampu meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi masyarakat Lamongan. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta