LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Kekurangan masih tampak di jalan lingkar utara (JLU), usai diresmikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan pihak terkait, Minggu (17/8). Salah satunya penerangan jalan umum (PJU) di pintu keluar–masuk yang dikeluhkan sejumlah pengguna jalan.
Pardi, salah satu sopir truk Bojonegoro–Surabaya menilai penerangan masih kurang. Hal itu membuat para sopir masih kebingungan saat masuk dan keluar di jalur sepanjang 7 kilometer (km) lebih tersebut.
Sehingga, dia berharap adanya penambahan PJU di pintu masuk dan keluar di Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan – Desa Rejosari, Kecamatan Deket tersebut.
“Di dua lokasi itu mas, terlihat masih nampak petang karena kurangnya PJU,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (18/8).
Pardi khawatir minimnya penerangan akan berdampak pada meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
Seperti diketahui, JLU menjadi solusi untuk mengatasi kepadatan di beberapa titik jalan nasional. Terutama di perlintasan double track kereta api (KA), yang kerap menimbulkan kemacetan.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan berjanji akan mengakomodasi keluhan pengguna jalan tersebut. Sekretaris Dinas Perhubungan Lamongan, Ermawan Ristanto mengakui lokasi keluar–masuknya JLU tersebut perlu adanya tambahan penerangan jalan.
Setelah dilakukan pengecekan, minimal terpasang sebanyak 20 titik PJU di dua titik pintu masuk–keluar JLU itu.
“Kekurangannya PJU di dua lokasi tersebut tentunya akan menjadi catatan,” ujarnya. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta