RADARLAMONGAN.CO, JAWAPOS.COM – Sebuah terobosan lahir dari tangan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang akrab disapa Pak Yes. Pemkab Lamongan resmi meluncurkan program bantuan modal usaha sebesar Rp 4 juta khusus bagi perempuan kepala keluarga—para janda yang menanggung nafkah rumah tangga tanpa penghasilan tetap.
“Perempuan kepala keluarga sangat rentan jatuh ke dalam kemiskinan. Mereka perlu memiliki penghasilan agar mampu menghidupi keluarganya. Bantuan modal ini diharapkan menjadi pintu awal menuju kemandirian,” ujar Pak Yes.
Tidak hanya bantuan dana, program ini juga dilengkapi pendampingan intensif dari dinas terkait, mulai dari pelatihan keterampilan, pembukuan usaha sederhana, hingga strategi pemasaran. Skema ini dirancang agar modal tidak hanya habis untuk konsumsi, tetapi berkembang menjadi usaha mikro yang berkelanjutan.
Bentuk usaha yang disasar pun beragam—mulai dari warung kelontong, katering rumahan, usaha menjahit, hingga berdagang keliling. Pemerintah daerah juga membuka akses jejaring ke perbankan daerah dan BUMD agar pelaku usaha ini bisa memperluas modal di kemudian hari.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Lamongan untuk menekan angka kemiskinan. Data BPS Kabupaten Lamongan Maret 2024 mencatat, 12,16% penduduk atau sekitar 146.980 jiwa masih berada di bawah garis kemiskinan.
Angka ini menurun dari 12,42% pada Maret 2023, namun tetap menjadi tantangan serius. Garis kemiskinan Lamongan ditetapkan Rp524.636 per kapita per bulan, yang artinya banyak rumah tangga bertahan dengan penghasilan harian yang sangat terbatas.
Program bantuan modal usaha ini selaras dengan semangat pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang juga terlihat pada ajang Megpreneur 2025. Dalam ajang tersebut, pelaku UMKM lokal mendapat kesempatan pembinaan dan difasilitasi mengakses modal dari lembaga keuangan.
Sinergi seperti ini diharapkan menciptakan efek domino—dari peningkatan pendapatan keluarga, terbukanya lapangan kerja, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Kunci sukses program ini terletak pada kombinasi modal + pendampingan. Modal tanpa pembinaan berpotensi cepat habis, tetapi ketika penerima dibekali keterampilan manajemen usaha dan dukungan pemasaran, peluang keberhasilan meningkat signifikan.
Jika konsisten dijalankan, program ini bukan hanya membantu perempuan kepala keluarga keluar dari jerat kemiskinan, tetapi juga membentuk gelombang pengusaha mikro baru yang tangguh di Lamongan. Dan dari tangan-tangan merekalah, denyut ekonomi desa akan terus berputar.(feb)
Editor : Anjar D. PradiptaSumber : Radar Lamongan