radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Beredarnya informasi tentang adanya beras premium oplosan tak memengaruhi penjualan beras di daerah.
Ikafi, salah satu penjaga stan beras di wilayah Lamongan, mengatakan, hingga saat ini penjualan beras masih stabil seperti hari – hari biasa.
‘’Kalau seperti saya ini, dari penggiling beras langsung, karena yang ambil sendiri pemilik toko,’’ ujarnya.
Saat ini, beras premium dijual Rp 14.200 per kilogram (kg).
Sedangkan beras medium Rp 12.300 per kg.
Arinta, seorang warga, berharap kabar di Jakarta itu jangan sampai terjadi di daerah seperti Lamongan.
‘’Saya rasa kalau di Lamongan, saya belum nemukan seperti itu. Kalau bagus, saat dimasak juga bagus,’’ tuturnya.
KBO Reskrim Polres Lamongan, Iptu Yusuf, menjelaskan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan razia di pasaran.
Tujuannya, mengantisipasi adanya hal yang tak diinginkan.
‘’Nanti anggota melakukan razia di beberapa pasar di Lamongan,’’ katanya.
Kepala Disperindag Lamongan, Anang Taufik, mengatakan, sampai saat ini dinasnya menunggu rilis beberapa merek beras premium yang dilakukan oplosan di Jakarta.
Jika sudah ada, maka dinasnya ke lapangan untuk melakukan sidak.
‘’Kita masih menunggu, kalau sudah ada, pastinya akan sidak,’’ ujarnya. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma