Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Diperiksa KPK Dua Jam, Eks Kepala BPKAD Ngaku Pertanyaan Tidak Sampai Sepuluh

M. Gamal Ayatollah • Kamis, 10 Juli 2025 | 03:29 WIB

 

DIPERIKSA : Heri Pranoto, ketua KONI Lamongan, Komisaris Utama BPR Bank Daerah Lamongan, dan direktur PT Bumi Lamongan Sejati diperiksa KPK karena statusnya sebagai kepala BKAD. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)
DIPERIKSA : Heri Pranoto, ketua KONI Lamongan, Komisaris Utama BPR Bank Daerah Lamongan, dan direktur PT Bumi Lamongan Sejati diperiksa KPK karena statusnya sebagai kepala BKAD. (ANJAR DWI P/RDR.LMG)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan terkait dugaan korupsi pembangunan gedung tujuh lantai Pemkab Lamongan pada 2017 Selasa (8/7).

Ada tujuh mantan dan pejabat di lingkup pemkab yang menjalani pemeriksaan.

Salah satunya, Heri Pranoto. Pria yang saat ini menjabat ketua KONI Lamongan, Komisaris Utama BPR Bank Daerah Lamongan, dan direktur PT Bumi Lamongan Sejati itu diperiksa karena statusnya sebagai kepala BPKAD pada 2017.

Heri keluar dari keluar dari gedung pemkab pukul 13.10.

‘’Saya gak lama, cuman dua jam dimintai keterangan,’’ katanya.

Menurut dia, pertanyaan yang diajukan penyidik tidak sampai 10. 

Mokh Sukiman, pejabat pembuat komitmen waktu itu yang menjadi kepala Seksi Penataan Bangunan dan Lingkungan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Lamongan ikut disebut diperiksa.

Kemudian, Naila Maharlika sebagai kepala Subbagian Keuangan waktu itu.

Berikutnya, Muhammad Yanuar Marzuki, komite manajemen proyek pembangunan gedung Pemkab Lamongan sekaligus direktur CV Absolute; Herman Dwi Haryanto, general manager Divisi Regional di PT Brantas Abipraya 2015-2019; serta Ahmad Abdillah, direktur PT Agung Pradana Putra.

Ahmad Abdillah keluar dari gedung pukul 11.22. Saat dimintai wawancara awak media, dia enggan memberikan komentar. Abdillah berjalan ke barat gedung pemkab.

Wakil Direktur RSUD dr Soegiri Lamongan, Laili Indayati, juga terlihat di gedung pemkab Selasa.

Saat proyek pembangunan gedung tujuh lantai dikerjakan, Laili menjabat kabid Perbendaharaan BPKAD.

Pejabat yang sempat viral di media sosial (medsos) karena disebut – sebut ikut rombongan pejabat Pemkab Lamongan yang ke Jepang dan dicurigai menonton timnas PSSI di sana itu, enggan memberikan banyak pernyataan kepada wartawan kemarin. 

''Apa ini Mas, saya belum, belum, belum diperiksa,’’ katanya sambil berjalan ke barat gedung pemkab.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkab Lamongan, M Rois, mengatakan, sampai saat ini belum ada surat masuk lagi dari KPK. 

''Hanya kemarin saja Mas suratnya, hingga tanggal 11 Juni,'' katanya.

Mobil L 1001 NFS yang berpenumpang empat orang dari KPK keluar dari gedung pemkab kemarin pukul 16.45.

Sementara empat mobil lainnya masih diparkir di gedung pemkab hingga berita ini diketik pukul 18.00.

Seperti diberitakan, lima orang diperiksa saat hari pertama KPK mendatangi gedung Pemkab Lamongan Senin (7/7).


Mereka yang berstatus saksi itu, Sigit Hari Mardani, kasubbag pembinaan & advokasi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda; Fitriasih, kasubbag administrasi pengelolaan PBJ Setda; dan Joko Andriyanto, kasi Ekonomi dan Pembangunan,

Berikutnya, Arkan Dwi Lestari, kasi Bina Konstruksi Dinas Perkim & Cipta Karya; dan Rahman Yulianto, staf subbagian pembinaan advokasi Unit Layanan Pengadaan (LPP) Setda. (mal/yan)

 

Editor : Arya Nata Kesuma
#Komisi Pembarantasan Korupsi #kpk #lamongan #Pemkab Lamongan #ketua koni