LAMONGAN, Radarlamongan.co – Terdapat beberapa poin dalam perubahan rancangan kebijakan umum anggaran dan rancangan perubahan prioritas plafon anggaran sementara (RKUA-PPAS) tahun anggaran 2025.
Seluruhnya telah dipaparkan Wabup Lamongan, Dirham Akbar Aksara dalam rapat paripurna di ruang rapat paripurna DPRD Lamongan, Selasa (10/6).
Dirham, sapaan akrabnya menjelaskan terdapat sejumlah postur fiskal pada perubahan RKUA-PPAS.
Meliputi pendapatan daerah setelah perubahan diperkirakan menjadi sebesar Rp 3,2 triliun, atau mengalami penyesuaian 0,34 persen.
Sedangkan pada belanja daerah setelah perubahan dialokasikan sebesar Rp 3,3 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 2,07 persen.
Untuk pembiayaan netto menjadi sebesar Rp 88,5 miliar, atau naik sebesar 785,5 persen.
‘’Yang selanjutnya digunakan sebagai stabilisator dan penyeimbang pada defisit fiskal perubahan APBD Tahun 2025 ini,’’ ujarnya.
Baca Juga: Jual 45 Gram SS, Warga Perumahan Graha Samudra Ini Dituntut 10 Tahun
Dirham mengatakan, terdapat sejumlah substansi perubahan RKUA-PPAS Tahun ini.
Diantaranya penyesuaian asumsi dasar, mengakomodir pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, penggunaan sisa lebih penggunaan anggaran Tahun 2024 yang sudah diaudit oleh BPK RI, evaluasi atas pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah pada tahun sebelumnya dan tahun berjalan.
‘’Penyesuaian alokasi pembangunan infrastruktur, guna mengakomodir aspirasi masyarakat Lamongan,’’ ujarnya.
Ketua DPRD Lamongan, M. Freddy Wahyudi menyatakan, penyampaian perubahan RKUA-PPAS Tahun 2025 bagian dari rangkaian agenda Presiden RI, untuk melakukan efesiensi seluruh anggaran.
Baca Juga: Rusak Jendela, Bobol Rumah, Korban Teriak, Warga Cerme Ini Dihajar Massa
‘’Sebenarnya ini belum waktunya kita membahas perubahan APBD. Tapi karena ada Inpres, maka kita harus melakukan ini secepat mungkin. Sehingga mengantisipasi ke depan jangan sampai anggaran nanti ada yang terlewatkan,’’ ucap politisi F-PKB tersebut.
Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Supono menuturkan, pihaknya meminta semua target yang sudah direncanakan bisa tercapai dari beberapa perubahan yang dipaparkan.
‘’Jadi target harus diimbangi dengan realisasi yang tepat,’’ ujarnya. (sip/ind)
Editor : Indra Gunawan