LAMONGAN, Radarlamongan.co – Sejumlah tantangan dihadapi dalam pelaksanaan haji tahun ini. Mulai dari perubahan sistem model kloter menjadi kafilah, serta pengelolaan yang kini berbasis syarikah saat di Tanah Suci.
Sehingga komunikasi menjadi kunci utama. Senin (9/6), jemaah haji yang ikut nafar tsani dijadwalkan bergeser dari Mina menuju ke hotel.
Ketua KBIHU Darul Mustaghitsin Lamongan, Aris Wibawa menuturkan, sejak awal telah memetakan potensi tantangan terhadap kebijakan baru ini. Terutama melakukan langkah antisipasi secara matang, sehingga seluruhnya berjalan dengan lancar.
‘’Kita koordinasi di awal, kita komunikasi dengan baik, dengan pendekatan,’’ terangnya.
Dia menjelaskan, keadaan jemaah haji Kabupaten Lamongan sehat. Terdapat jemaah mengambil nafar awal dan nafar tsani. Aris mengaku ikut jemaah nafar tsani, yakni mabit di Mina hingga Tanggal 13 Dzulhijjah.
Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan, pihaknya aktif membersamai jemaah.
‘’Saya mendekati, bersama jemaah. Alhamdulillah jemaah merasa nyaman kalau kita di sana, serta semakin meningkatkan semangat jemaah,’’ ucapnya.
Salah satu jemaah haji Lamongan, Joko Nursiyanto mengaku ikut nafar tsani. Dirinya sudah bergeser dari Mina dan kembali ke hotel setelah lempar jumrah.
‘’Alhamdulillah lancar semua, karena koordinasi dengan baik,’’ ujarnya.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur menerima laporan adanya sejumlah kendala yang dihadapi dengan adanya kebijakan baru tahun ini.
‘’Di sana jemaah haji seluruh dunia, termasuk jemaah haji Indonesia sempat mengalami keterlembatan bus jemput yang mengantar ke Mina,’’ tuturnya.
‘’Itu menjadi cobaan tersendiri untuk musim haji tahun ini. Tapi laporan seluruh petugas kloter, Alhamdulillah seluruhnya dapat teratasi,’’ sambungnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta