Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Jelang Idul Adha, Ini Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah yang Dianjurkan Rasulullah

Anjar Dwi Pradipta • Selasa, 3 Juni 2025 | 19:21 WIB

Puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan menjelang pelaksanaan hari raya Idul Adha
Puasa Tarwiyah dan Arafah dilaksanakan menjelang pelaksanaan hari raya Idul Adha

Radarlamongan.co - Memasuki bulan Dzulhijjah, umat muslim disunahkan berpuasa Tarwiyah dan Arafah. Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah dua jenis puasa sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah, Nabi Muhammad SAW dalam ajaran agama Islam.

Kedua puasa sunah ini berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah haji dan hari - hari istimewa dalam agama Islam.

Puasa tarwiyah bisa dilakukan saat memasuki tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan saat tanggal 9 Dzulhijjah.

Dua puasa sunah di bulan Dzulhijjah ini mempunyai latar belakang sendiri-sendiri.

Latar belakang puasa Tarwiyah ialah, saat memasuki tanggal 8 Dzulhijjah, pada hari itu jemaah haji mulai melakukan persiapan menuju Arafah untuk melakukan wukuf keesokan harinya.

Disebut Tarwiyah (yang berarti berpiki atau merenung), karena dahulu jemaah haji pada hari ini sedang mulai mempersiapkan air dan logistik untuk perjalanan ke Arafah.

Sedangkan puasa Arafah berlatar belakang, pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan hari Arafah.

Artinya, pada hari itu para jemaah haji sedang melakukan wukuf di Padang Arafah, sebagai rukun utama melakukan ibadah haji.

Keutamaan melaksanakan puasa tarwiyah dan arafah adalah mendaptkan pahala sunnah dan sekaligus sebagai penghapus dosa selama dua tahun.

Adapun puasa tarwiyah pada tahun 2025 jatuh pada hari Rabu (4/6), sedangkan puasa arafah jatuh pada hari Kamis (5/6), sehari sebelum pelaksanaan Idul Adha 1446 H.

hajiBaca Juga: Cuaca di Arab Saudi 40 Derajat, Petugas Haji Diimbau Selalu Siap Siaga

Pelaksanaan puasa tarwiyah dan arafah sama seperti pelaksanaan puasa pada umumnya, yakni dilaksanakan dengan niat di malam hari hingga terbitnya fajar. Berikut lafal niat puasa Tarwiyah dan Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi ta‘ala

Artinya:
"Aku niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta'ala."

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillāhi ta‘ala

Artinya:
"Aku niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala."

Dalam membaca niat puasa sunah Tarwiyah dan Arafah boleh diniatkan pada malam hari, atau pagi hari sebelum tergelincir matahari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.(jar)

Editor : Anjar D. Pradipta
#puasa sunah #niat puasa #Idul Adha 1446 H #puasa tarwiyah #puasa arafah #ibadah haji #agama islam #bulan dzulhijjah #jemaah haji #Nabi Muhamad SAW