LAMONGAN, Radarlamongan.co - Tempat pembuangan sementara (TPS) di Pasar Sidoharjo ditutup untuk umum. Plt Direktur Perumda Pasar Lamongan, Nurul Mukminin menjelaskan, sebenarnya TPS ini khusus pedagang pasar Sidoharjo.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, TPS selalu overload karena warga sekitar ikut membuang di sana.
Sehingga TPS terpaksa ditutup untuk warga sekitar, yang hanya digunakan untuk pedagang pasar.
‘’Kita akan koordinasi dengan kelurahan dan dinas terkait, karena kebutuhan TPS bagi pedagang sangat besar, jadi tidak mampu kalau harus ditambah sampah warga,’’ tuturnya.
Menurut dia, masyarakat mungkin mencari lokasi terdekat setelah TPS jalan Sumargo ditutup. Sedangkan TPS pasar ini harus menampung beban sampah dari pasar siang dan malam. Hal itu membuat volume sampah cukup tinggi setiap harinya.
‘’Sampah yang dibuang di sana langsung dikirim ke TPA. Namun, volume yang melebihi kapasitas, hingga membuat sampah menumpuk hingga di depan pasar,’’ imbuhnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Andhy Kurniawan menuturkan, TPS Pasar Sidoharjo ini memang khusus pedagang pasar.
Kalau masyarakat diimbau untuk membuang sampah di TPS Pahlawan atau TPS Kusuma Bangsa.
Dia berharap masyarakat bisa membantu dan bekerjasama dengan tidak membuang sampah di TPS tersebut.
Sebab volume sampah pasar sudah tinggi, dan untuk wilayah kota memang tidak bisa ada banyak TPS. Karena sudah ada TPA dan TPST.
‘’Warga bisa memilih lokasi pembuangan yang paling dekat menurut mereka, dan bisa bersama menjaga kebersihan kota,’’ tuturnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta