LAMONGAN, Radarlamongan.co - Calon jemaah haji (CJH) Lamongan hari kedua mengikuti manasik tingkat kabupaten di Masjid Namira, Sabtu (19/4).
Di antara seribu lebih peserta, hadir Akiyat yang merupakan CJH tertua berusia 99 tahun asal Desa Kemlagigede, Kecamatan Turi dari KBIHU Matholiul Anwar.
‘’Untuk jemaah haji termuda umur 18 tahun, atas nama Ahmad Sirojudin Akmal Effendi, asal Sekaran dari KBIHU Labbaik,’’ terang Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur.
Ghofur menjelaskan, kemarin hari terakhir manaik haji yang diikuti sebanyak 1.585 CJH. Meliputi kategori urut porsi berangkat sebanyak 1.332 CJH, untuk prioritas lansia ada 79 CJH, serta penggabungan dan pendampinggan ada ada 142 CJH. ''Petugas haji 32 orang,'' imbuhnya.
Disinggung terkait antisipasi terhadap CJH lansia yang usianya hampir satu abad.
Ghofur mengatakan, kebijakaan istitaah kesehatan diharapkan CJH yang berangkat benar-benar sehat. Pendampingan terhadap CJH lansia diberikan lebih, sesuai tagline haji ramah lansia yang digaungkan pemerintah.
‘’ Kita punya program prioritas lansia, dengan pendampingan lansia dan pendampingan disabilitas. Itu program pemerintah atau kementerian agama dalam mendampingi lansia dan disabilitas,’’ ujarnya.
Ghofur menuturkan, manasik terakhir kebetulan berbarengan dengan manasik tingkat nasional. Sehingga manasik di Kabupaten Lamongan tersambung live dengan Kemenag RI.
‘’ Disela-sela sebelum terhubung masuk dan materi, kita melanjutkan manasik kabupaten,’’ ucapnya.
Ghofur menambahkan, beberapa narsum mengisi materi untuk memantapkan kembali kesiapan CJH berangkat ke Tanah Suci.
‘’Sehingga ada bekal yang tersampaikan pada jemaah haji, diantaranya bekal keilmuan haji, serta bekal pengetahuan tentang pentingnya kesehatan haji,’’ pungkasnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta