LAMONGAN, Radarlamongan.co - Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahap pertama sudah ditutup. Terdata sebanyak 269 calon jemaah haji (CJH) belum melunasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 244 CJH tidak melunasi dan dipastikan tunda berangkat.
Sedangkan, 25 CJH gagal sistem masih bisa melakukan pelunasan Bipih tahap dua, yang dibuka mulai Tanggal 24 Maret hingga 17 April 2025. Kepala Kantor Kemenag Lamongan, H. M. Muhlisin Mufa menjelaskan, tahun ini sebanyak 1.677 CJH di Lamongan yang berangkat ke Tanah Suci.
‘’Ada 1.408 jemaah yang sudah pelunasan. Bagi yang belum lunas di tahap satu berarti tunda berangkat, kecuali yang gagal sistem,’’ terangnya.
Dia menjelaskan, untuk pelunasan tahap kedua tidak hanya diperuntukkan bagi CJH gagal sistem saja. Namun juga bagi CJH penggabungan mahram, CJH pendampingan lansia, dan CJH pendampingan disabilitas, dan bagi CJH cadangan.
‘’Harapan saya, bagi yang pelunasan tahap pertama selesai, harus jaga kesehatan dan fokus dengan ilmu manasiknya. Bagi yang belum tetap menunggu ketentuan, sambil nanti dibukanya tahap kedua,’’ ujarnya.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur membenarkan, ada 269 CJH belum melunasi Bipih tahap pertama. Alasannya beragam, diantaranya ada CJH yang sudah meninggal tapi belum dilimpahkan, digantikan, atau dibatalkan.
Serta terdapat CJH sakit yang tidak memungkinkan berangkat tahun ini. Kemudian CJH merasa lebih baik tunda karena harus penggabungan dengan mahram. Selain itu ada juga yang gagal sistem dan masih bisa melunasi di tahap kedua.
‘’Ada 25 CJH gagal sistem karena input istitaah kesehatannya masih proses,’’ imbuhnya.
Ghofur berharap 25 CJH yang gagal sistem untuk bisa memaksimalkan pelunasan Bipih di tahap kedua. Dia mengimbau bagi yang masih butuh pendampingan obat, untuk tetap mengikuti petunjuk dokter.
‘’Nah ini masih ada waktu yang cukup lama, mudah-mudahan jemaah haji sehat semua, sehingga istitaah kesehatan juga bisa keluar,’’ ucapnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta