Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Masjid Namira Datangkan Imam Salat dari Yaman Saat Ramadan, Rutin Sediakan Takjil Buka Puasa

M. Gamal Ayatollah • Rabu, 12 Maret 2025 | 20:58 WIB
BERSIH DAN WANGI: Masjid Namira masih mempertahankan ornamen kiswah yang didatangkan langsung dari Arab Saudi di mihrab imam.
BERSIH DAN WANGI: Masjid Namira masih mempertahankan ornamen kiswah yang didatangkan langsung dari Arab Saudi di mihrab imam.

LAMONGAN, Radarlamongan.co - Aroma harum tersaji ketika masuk ke dalam Masjid Namira, kemarin (11/3). Kerinduan muslim pada Tanah Suci bisa sedikit terobati, saat masuk ke Masjid Namira. Sebab parfum yang digunakan mengingatkan aroma parfum di Masjidil Haram. Selain itu, jemaah juga disuguhkan empuknya karpet seperti di Masjid Nabawi.

Saat Ramadan ini, pengurus masjid yang berada di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung ini mendatangkan imam salat dari Yaman, yakni Syaikh Murad Yahya Ali Amer.

Serta empat imam salat dalam negeri, meliputi Ustad Istihsan Arif dari Surakarta, Ustad M. Ersyada Najih dari Lamongan, dan Ustad M. Haris asal Malang.

‘’Memang benar mas, untuk di sini sudah ada empat imam saat Bulan Ramadan,’’ terang Pendamping Imam Masjid Namira, Ustad Haris.

Para imam memiliki jadwal masing-masing, mulai salat lima waktu hingga salat tharawih. Disinggung terkait makanan bagi imam salat dari Yaman.

Ustad Haris mengaku jika makanan pokok harus terdapat roti. Sedangkan untuk lauk hampir sama dengan makanan di timur tengah, yakni menggunakan kuah dengan kaldu ayam atau daging.

‘’Namun beliau tentunya sudah bisa menyesuaikan dengan makanan di Indonesia,’’ ucapnya.

Sama seperti tahun sebelumnya, Masjid Namira juga rutin menyediakan menu takjil buka puasa. Ketua Takmir Masjid Namira, Waras menjelaskan, setiap hari menyediakan sekitar seribu nasi kotak. Sedangkan, saat Sabtu dan Minggu mencapai 1.250 nasi kotak.

‘’Paling ramai Hari Sabtu dan Minggu, saat hari libur,’’ imbuhnya.

Sedangkan sepuluh hari terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri bakal disiapkan sahur bersama. Biasanya jemaah banyak yang datang sekitar pukul 02.00 WIB untuk beribadah terlebih dulu hingga waktu sahur, serta pulang setelah salat subuh.

Di bagian mihrab imam, terdapat kaca besar ukuran 6 meter x 4 meter. Kaca tersebut dibuat untuk melindungi kiswah atau kain penutup kakbah. Dimana kain tersebut tentunya didatangkan langsung dari Arab Saudi pada Tahun 2013 lalu.

‘’Kain kiswah di Namira dibuat untuk menutupi kakbah pada 1420 Hijriah atau Tahun 1999. Kiswah tersebut digunakan untuk menutupi pintu utama kakbah, sehingga beratnya pun kurang lebih 1 ton,’’ ungkapnya.

Tak hanya itu saja, namun tulisan Arab di kain kiswah itu terbuat dari 120 kilogram (kg) benang emas dan 25 kg benang perak. ‘’Selain di mihrab imam, terdapat kiswah memanjang di dinding bagian shaf depan, semua didatangkan dari Arab,’’ terang Waras. (mal/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#masjid namira #imam salat #masjid namira lamongan #bulan ramadan #yaman