LAMONGAN, Radarlamongan.co - Pendapatan asli daerah (PAD) harus lebih digenjot, di tengah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pusat.
Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Supono mengatakan, optimalisasi PAD menjadi salah satu fokus komisi B, terutama pada sektor pajak.
‘’Ini penting, mengingat ada efesiensi dari pemerintah pusat. Sehingga perlu menggenjot PAD,’’ ujarnya.
Komisi yang membidangi perekonomian tersebut meminta Pemkab Lamongan meningkatkan inovasi. Serta memulai digitalisasi dan pendataan ulang.
Menurut dia, pendataan ulang cukup penting dalam optimalisasi wajib pajak. Sebab, selama beberapa tahun tentunya ada perubahan.
‘’Pengawasan juga harus dioptimalkan,’’ ucap politisi F-PDIP tersebut.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, Pujo Broto Irawan mengaku, timnya aktif dan sering monitoring terkait pajak. ‘’Ini tugas pengawasan,’’ imbuhnya.
Beberapa sektor yang masih masih minim kontribusi harus jadi perhatian. Salah satunya pendapatan empat terminal, yang kontribusinya terhadap daerah masih minim.
Sekretaris Dinas Perhubungan Lamongan, Ermawan Ristanto menjelaskan, penyebabnya daerah tidak bisa menerima dari hasil retribusi kendaraan parkir, sehingga penerimaan murni dari sewa kios.
Kecuali ada event seperti di terminal cargo, yang biasanya pendapatan terbantu dari event kontes burung.
Kemudian di terminal Lamongan sepenuhnya sudah diambil alih provinsi, termasuk dengan lahan parkir di belakang.
Selama bulan puasa, dari pedagang juga mengeluh sepi. Sehingga penerimaan hingga bulan ini masih minim, hanya sekitar Rp 5 juta.
untuk penerimaan dari UPT sarana prasarana yang terdiri dari terminal yakni terminal cargo pasar burung, terminal Sukodadi, Ngimbang dan Paciran ditarget Rp 30 juta per tahun.
‘’Kami akan berupaya agar target bisa terpenuhi untuk menambah penerimaan daerah, karena nantinya pemeliharaan terminal semuanya juga diusulkan ke daerah,” ujarnya. (sip/rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta