LAMONGAN, Radarlamongan.co – Ezechiel Ndouassel sudah mengemas 13 gol. Yakni 12 gol dicetak pada fase sebelumnya, serta di babak delapan besar ini hanya mencetak satu gol.
Tiga laga puasa gol, membuat Eze kini menempati peringkat ke empat daftar pencetak gol di Liga 2.
Tertinggal dari pesaingnya Rafael Rogrigues (PSIM) dengan 16 gol, Jacinto Cabral (PSMS) dengan 15 gol, dan Ramai Rumakiek (Persipura) dengan 13 gol.
Ini tentu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi tim pelatih Laskar Joko Tingkir, untuk bisa mengembalikan ketajaman striker asal Chad tersebut.
Bahkan Eze sudah tidak dipercaya lagi menjadi penendang penalti, pasca kegagalan mengeksekusi penalti ke gawang Bhayangkara FC.
Pada leg kedua grup Y menghadapi Bhayangkara FC, eksekutor penalti diserahkan kepada Kim Do-Hyun.
Head Coach Persela, Zulkifli Syukur mengatakan, Persela beberapa kali mendapatkan hadiah penalti dan hampir semuanya bisa terkonversi menjadi gol. Hanya ketika lawan Bhayangkara FC, Eze gagal mengeksekusi.
Zulkifli mengaku memilih eksekutor penalti dari pemain yang paling siap.
Karena posisi ini memang dibutuhkan mental yang baik, sehingga ketika mengeksekusi bisa sesuai dengan target.
‘’Kita selalu percaya pemain akan melakukan yang terbaik untuk tim, dan program yang diberikan selama latihan berjalan dengan baik,” terang pelatih berusia 40 tahun itu.
Selanjutnya, Persela bakal melawat ke markas PSKC Cimahi, Rabu (12/2). Zulkifli mengatakan, waktu yang singkat ini akan dimanfaatkan tim pelatih untuk mempersiapkan tim sebaik mungkin.
‘’Kita harus bekerja lebih keras untuk bisa meraih tiga poin di laga lawan PSKC nanti,” terang mantan pemain Timnas itu.
Persela kini menempati peringkat ketiga dengan empat poin, di bawah Bhayangkara FC dengan delapan poin dan Persijap dengan lima poin.
Sedangkan, Laskar Sangkuriang saat ini berada di dasar klasemen grup Y, yang hanya mengemas dua poin. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta