radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Dari 1.630 calon jamaah haji (CJH) yang bakal berangkat tahun depan, 450 CJH di antaranya sudah melakukan biovisa.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, mengatakan, hampir semua CJH sudah memiliki paspor.
Mereka tinggal melakukan biovisa haji.
Perekaman data biometrik ini untuk mendapatkan visa haji.
‘’Biovisa difoto wajah, telapak tangan 10 sidik jari beserta dokumen paspor. Itulah yang kita ajukan untuk request visa ke Pemerintah Arab Saudi dalam hal ini melalui aplikasi,’’ jelasnya.
Ghofur menargetkan biovisa selesai tiga hari lagi (6/12).
‘’Tanggal 29 (November) hari Jumat kemarin sempat ada trouble sistem aplikasi dari Arab Saudi. Sehingga ada beberapa yang bisa dan ditunda,’’ ucapnya.
Menurut Ghofur, ada juga CJH yang perekaman sidik jarinya tidak terdeteksi karena sebelumnya ada luka goresan.
‘’Masih ada solusi terkait dengan sidik jari atau telapak tangan tidak bisa di biometrik. Itu besok dengan surat keterangan dokter rumah sakit umum daerah,’’ ujarnya.
Ghofur menjelaskan, 1.630 CJH itu yang berhak melunasi.
Data akan mengalami pergerakan karena menunggu pelunasan.
Namun, data itu sudah diteruskan ke KBIH, bank penerima setoran, KUA, dan dinas kesehatan.
‘’Data nanti tetap akan mengalami pergerakan karena kita menunggu pelunasan,’’ tuturnya.
Terkait ketentuan pelunasan dan biaya haji, menurut Ghofur, sedang diproses Kemenag, Badan Pengelola Keuangan Haji, Badan Penyelengara Haji Bersama Komisi VIII DPR RI, untuk diajukan menjadi keputusan presiden.
‘’Estimasi mungkin di akhir-akhir bulan Desember sampai awal Januari. Komponen biayanya berapa, kita tunggu keputusan presiden,’’ katanya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma