Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Hujan Deras Disertai Angin Kecang Masih Berpotensi Terjadi di Lamongan

Anjar Dwi Pradipta • Selasa, 12 November 2024 | 23:16 WIB

ANJAR 

JADI PERHATIAN: Pemangkasan pepohonan dilakukan untuk mengantisipasi adanya hujan deras disertai angin kencang. (Anjar D. Pradipta / Radar Lamongan)
JADI PERHATIAN: Pemangkasan pepohonan dilakukan untuk mengantisipasi adanya hujan deras disertai angin kencang. (Anjar D. Pradipta / Radar Lamongan)

LAMONGAN, Radarlamongan.co – Intensitas hujan deras disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Kota Soto. Alarm untuk mewaspadai potensi bencana angin kencang dan banjir bandang terus digaungkan. 

Sebelumnya hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah rumah rusak dan pohon tumbang.

‘’Semua warga tentunya harus terus mengantisipasi, karena saat ini masih memasuki musim pancaroba,’’ ucap Kepala BPBD Lamongan, Joko Raharto. 

Pihaknya terus memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Dia mengakui, hujan deras disertai angin dengan kecepatan lebih dari 45 kilometer (km) per jam masih berpotensi terjadi. 

‘’Perlu diwaspadai pada pemukiman yang dekat dengan tempat terbuka,’’ ujarnya.

Sementara itu, kondisi hutan gundul bisa memicu banjir bandang saat curah hujan tinggi. Terutama di wilayah Lamongan selatan yang didominasi hutan.

Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Alam (PU SDA) Lamongan memantau pada Hari Minggu intensitas hujan mencapai 124 mm.

Kepala Dinas PU SDA Lamongan, Gunadi menjelaskan, wilayah berbatasan hutan memang cukup berisiko banjir bandang jika minim penghijauan.

Sebab, di sana tidak ada saluran irigasi besar yang mampu menampung pembuangan. 

Gunadi mengatakan, kondisi air yang meluber ke jalan beberapa waktu lalu disebabkan curah hujan yang tinggi selama dua hari.

Kemudian terjadinya perubahan tata guna lahan, karena daerah pegunungan di selatan banyak yang alih fungsi jadi tanaman jagung. 

‘’Minggu kemarin wilayah selatan hujan selama dua hari, jadi airnya melimpah dan meluber,” jelasnya.

Gunadi menuturkan, wilayah banjir bandang minggu lalu terjadi di Desa Yungyang, Kecamatan Modo. Di sana tidak masuk daerah irigasi dan termasuk sawah tadah hujan. 

Wilayah tersebut sering terjadi banjir bandang. Titik yang rutin jebol di hilirnya, yakni ada saluran pembuangan Bowo dan Kalen.

Karena tidak mampu menampung air. Sedangkan, diakuinya, untuk non-irigasi kewenangan desa. 

 ‘’Sebaiknya memang banyak penghijauan supaya bisa menyerap air,” imbuhnya. (mal/rka/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#intensitas hujan #lamongan #angin kencang #potensi bencana #pohon tumbang