LAMONGAN, Radar Lamongan - Jalan nasional menjadi akses strategis, yang didominasi truk bertonase besar.
Komisi C DPRD Lamongan menginginkan adanya pusat pergudangan, sebagai tempat bongkar muat truk bertonase besar di jalan lingkar utara (JLU).
Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, banyak truk yang masih memarkir di bahu jalan nasional.
Terparah di Jalan Panglima Sudirman Lamongan, yang banyak truk parkir seenaknya di bahu jalan. Selain mengganggu lalu lintas, juga membahayakan pengguna jalan yang lain.
Ketua Komisi C DPRD Lamongan, M.Burhanuddin menuturkan, dalam RTRW kedepan terdapat rencana komplek pergudangan.
Untuk itu, Burhan berharap nantinya komplek pergudangan bisa cepat terwujud, seiring dengan rampungnya pembangunan JLU.
‘’Tujuan ring road (JLU) mengurai kemacetan, kedua untuk pengembangan kota Lamongan, ketiga perlu sentra pergudangan sesuai RTRW,’’ terang Burhan, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Anggota Komisi C DPRD Lamongan, Ahmad mengatakan, Pemkab Lamongan perlu menggagas daerah komplek pergudangan.
Tujuannya agar tidak mengganggu lalu lintas di perkotaan.
Sehingga kedepan RTRW bisa lebih tertata, karena gudang tidak tercecer. Seperti contoh di Surabaya yang terdapat tempat khusus pergudangan.
‘’Secara otomatis untuk menjaga jalan, kedua kenyamanan berkendara bagi pengendara,’’ katanya.
Sekretaris Fraksi PAN Lamongan, Hamzah Fansyuri menuturkan, penempatan komplek pergudangan di daerah tertentu yang jauh dari pemukiman warga.
Menurut dia, JLU bisa menjadi opsi terbaik untuk komplek pergudangan.
‘’Yang nanti bisa disewakan atau menjadi pelabuhan truk,’’ terang Hamzah. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta