LAMONGAN, Radar Lamongan — Daftar tunggu pemberangkatan haji cukup panjang.
Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan mendata jumlah daftar tunggu saat ini mencapai 60 ribu jemaah.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur mengatakan, saat jemaah haji pulang ke Tanah Air berefek pada meningkatnya pendaftaran haji.
Dia memperkirakan, masyarakat yang mendaftar saat ini, maka berangkat ke Tanah Suci 34 tahun lagi.
Untuk saat ini Lamongan waiting list (daftar tunggu) mulai 2013 hingga 2024 ini sekitar 60 ribu, terang Ghofur, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Berdasar pengamatannya, paska jemaah haji pulang dari Tanah Suci, terdapat hingga 15 pendaftar haji per hari.
Untuk biaya setoran awal haji masih sama, yakni sebesar Rp 25 juta untuk mendapatkan porsi.
Namun, muncul wacana dari pemerintah menaikkan biaya haji, supaya ketika pelunasan jemaah tidak terbebani.
Ini masih wacana, supaya waktu pelunasan tidak terbebani dengan biaya penambahan kenaikan, ujarnya.
Ghofur menerima informasi, Pemerintah Arab Saudi secara resmi juga sudah memberikan kuota haji ke Menteri Agama RI pada haji 2025, dengan kuota sekitar 221 ribu jemaah.
Ghofur berharap ada tambahan kuota lagi seperti haji kemarin yang semula 221 ribu jemaah.
Saat itu, Presiden Jokowi meminta ada upaya pemangkasan antrian panjang, hingga akhirnya diberi kuota 20 ribu jemaah.
Mudah-mudahan di 2025 ada tambahan kuota lagi, imbuhnya.
Dengan adanya kuota haji tahun depan, maka pihaknya sudah bisa mempersiapkan lebih awal.
Ghofur mengkui persiapan haji tahun depan diperkiraan bisa dimulai Agustus atau September.
Terutama terkait dokumen imigrasi atau dokumen haji, serta koordinasi dengan Disdukcapil, katanya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta