Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Lima Hari Lagi Jemaah Haji Tiba di Surabaya, Kemenag Ingatkan Larangan Bawa Zam Zam di Koper Besar

Arya Nata Kesuma • Selasa, 18 Juni 2024 | 23:49 WIB
TINGGAL TAWAF WADA: Jemaah haji yang melaksanakan lempar jumrah. Jemaah asal Lamongan dijadwalkan tiba di Surabaya mulai 23 Juni. (IST/RDR.LMG)
TINGGAL TAWAF WADA: Jemaah haji yang melaksanakan lempar jumrah. Jemaah asal Lamongan dijadwalkan tiba di Surabaya mulai 23 Juni. (IST/RDR.LMG)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hari ini, 14 Dzulhijjah di Arab Saudi, rangkaian puncak haji untuk jemaah haji Lamongan selesai.

Kegiatan tinggal tawaf wada.

Rombongan jemaah haji kloter 5 tiba di Surabaya pada 23 Juni pukul 21.00.

Sedangkan jemaah haji kloter 6 – 10, dijadwalkan tiba di Kota Pahlawan sehari berikutnya.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, mengatakan, kemarin semua jemaah haji Lamongan ada di tenda mina untuk melaksanakan lempar jumrah, sebagaimana jadwalnya.

‘’Insya Allah 14 Dzulhijjah sudah selesai bisa dipastikan. Ketika tanggal 13 (kemarin, Red) mudah-mudahan seluruh jemaah sudah kembali ke hotel, dan kemudian tinggal melaksanakan tawaf wada atau pamitan,’’ jelasnya.

Setelah itu, lanjut dia, jemaah haji tinggal menunggu kepulangan.

Mereka diimbau melakukan packing barang bawaan untuk dimasukkan ke koper.

Aturan barang bawaan saat berangkat dan pulang sama, maksimal seberat 32 kilogram (kg).

Sebelum pemulangan, koper besar jemaah akan dilakukan penimbangan oleh petugas PPIH Arab Saudi.

‘’Semua barang di depan kamar hotel masing – masing. Petugas hotel maupun petugas haji, melakukan penimbangan untuk memastikan barang kapasitasnya tidak lebih dari 32 kg koper besar, dan 7 kg untuk tas tentengan,’’ katanya.

Ghofur juga melarang jemaah untuk membawa air Zam Zam.

Alasannya, air Zam Zam bagi jemaah sudah disediakan pemerintah.

Jatahnya, lima liter setiap jemaah.

Jika memaksakan memasukkan air Zam  Zam ke koper, maka minuman itu bakal terdeteksi saat pengecekan di bandara.

Konsekuensinya, koper harus dibongkar.

Jika itu terjadi, maka akan memperlama proses antrean barang bawaan.

‘’Diimbau kepada jemaah tidak usah membawa air zam-zam di koper besar, tolong patuhi aturan,’’ pintanya.

Ghofur menambahkan, air zam-zam jatah jemaah bakal diangkut maskapai penerbangan sendiri.

Air zam-zam itu nantinya bisa diambil saat di debarkasi.

‘’Insya Allah sudah ada ketika jemaah turun di debarkasih asrama haji, air zam-zam lima liter siap dibawa,’’ ujarnya. (sip/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#petugas hotel #Zam Zam #maskapai penerbangan #jemaah haji #surabaya