LAMONGAN, Radar Lamongan - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Jumat (7/6) mendampingi Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau kesiapan peternak sapi Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, menjelang idul adha.
Adhy Karyono menjelaskan, kebutuhan hewan kurban tahun ini diprediksi naik 22 persen dari tahun lalu. Kenaikan kebutuhan hewan kurban itu disebabkan kesejahteraan masyarakat meningkat. Mereka mampu berkurban.
Adhy mengatakan, Jatim siap untuk menyediakan hewan kurban yang memenuhi syarat dan sehat.
Salah satu lumbung pangan hewani ini terletak di Kecamatan Solokuro.
Pengecekan yang dilakukan Jumat itu untuk memastikan semua hewan terhindar dari penyakit PMK maupun LSD.
“Kita pastikan semua ternak sehat. Sudah kita antisipasi dengan pemeriksaan dan laborat di semua sentra yang menjual hewan kurban, serta edukasi ke peternak,” jelasnya.
Menurut Adhy, kesadaran peternak untuk memelihara kesehatan hewannya cukup tinggi.
Peternak Teguh contohnya.
Selain memperhatikan kebutuhan pangan, protein ternaknya juga dicukupi.
Hasilnya, sapinya berkualitas dan besar.
Bahkan satu sapi milik Teguh beratnya mencapai 1 ton. sapi 1 ton itu sudah dipesan Presiden Jokowi.
Adhy menuturkan, Lamongan dan Jatim sudah sangat siap untuk menyediakan hewan kurban yang sesuai syariat kurban.
Dalam beberapa hari ini, dia sudah menugaskan tim untuk mengecek lokasi penyembelihan hewan kurban di RPH yang bersertifikat serta di lokasi yang mendapatkan rekom.
“Kita siapkan pengawas, juru sembelih, serta memastikan lalu lintas penjualan ternak termonitor semua agar semua hewan dalam kondisi sehat,” terangnya.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengaku senang atas kunjungan Pj Gubernur ke wilayah kerjanya. Kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi peternak untuk terus mengembangkan sapi yang berkualitas.
Pemkab akan berupaya mendampingi peternak agar populasi sapi di Lamongan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Apalagi, di Lamongan saat ini sudah tidak ditemukan kasus PMK maupun LSD. Itu membuktikan kesadaran peternak untuk memberikan vaksin sangat tinggi.
‘’Kita akan terus meningkatkan populasi ternak di Lamongan, dan sekarang populasi sapi kita surplus dengan total 93 ribu lebih,” jelasnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma