LAMONGAN, Radar Lamongan - Melestarikan budaya dan tradisi terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Salah satunya dengan menggelar Festival Kupatan Tanjung Kodok, kemarin (17/4), di Halaman Parkir Wisata Bahari Lamongan.
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.EK merasa senang bisa kembali menggelar Festival Kupatan Tanjung Kodok, yang menjadi agenda rutin pemerintah.
Kegiatan ini sempat berhenti karena pandemi, kemudian bisa diselenggarakan lagi dengan lebih meriah.
Alhamdulillah, kami bisa merawat budaya leluhur dan mengembangkan warisan budaya ini agar bisa lebih dikenal oleh generasi muda,” ujar Bupati Yes.
Menurut Bupati Yes, tahun ini Festival Kupatan Tanjung Kodok tidak dirangkai dengan pawai seperti biasanya.
Namun tidak mengurangi makna dari perayaan kupatan yang selalu diperingati setiap 7 Syawal tersebut.
Tidak adanya pawai dikarenakan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Namun yang menjadi kebanggaan ialah bagaimana masyarakat setempat masih bisa menjaga konsistensi, serta merawat budaya ini dengan tetap menggelar tradisi kupatan.
Merawat tradisi ini (kupatan, Red) penting, untuk memperkenalkan kepada generasi muda akan pelestarian budaya yang sudah ada sejak nenek moyang dulu,” terang Bupati Yes.
Bupati Yes menjelaskan, kegiatan festival kupatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Lamongan.
Karena dalam kegiatan ini banyak agenda yang ditawarkan.
Selain acara inti yakni gunungan ketupat dan olahan ketupat sayur yang dimasak langsung oleh Indonesian Association Chef, sejumlah pelaku UMKM juga turut meramaikan acara tersebut.
Kalau banyak UMKM yang terlibat maka ekonomi menengah juga ikut terdongkrak,” ucap Bupati Yes.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan, Siti Rubikah menambahkan, kegiatan Festival Kupatan Tanjung Kodok merupakan agenda tahunan yang bisa mendongkrak jumlah wisatawan.
Tercatat ada kenaikan jumlah kunjungan wisata dua tahun ini. Yakni Tahun 2022 sebanyak 4,7 juta wisawatan, kemudian naik menjadi 4,9 juta pada Tahun 2023.
Kami optimistis kunjungan akan naik di Tahun 2024, karena banyak even yang bisa menarik minat untuk ke Lamongan,” terangnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta