LAMONGAN, Radar Lamongan — Pengungkapan secara utuh kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan Nur F, 27, asal Kecamatan Deket, terus dilakukan.
Rencananya, Polres Lamongan menerjunkan tim ke tempat pemakaman umum Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito, Jombang.
Lokasi tersebut menjadi tempat pemakaman Abdul Aziz, 23, yang ditemukan meninggal di tempatnya bekerja, tambal ban dan bengkel motor di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng dengan mulut berbusa (7/2).
Aziz diduga dibunuh Nur alias Didi dengan cara meneteskan cairan racun ke seblak sebelum dimakan korban.
Untuk motifnya, diduga pelaku mengalami sakit hati karena sering dicaci maki oleh korban, kata Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP I Made Suryadinata, Kamis (7/2).
Dia menuturkan, pelaku sakit hati karena sering dimarahi korban karena tak bisa mengembalikan uang Rp 20 juta yang sudah ditransfer.
Uang tersebut sebagai jasa untuk mengenalkan korban kepada teman perempuan pelaku.
Uang itu ditagih karena pelaku tak kunjung mengenalkan temannya.
Sampai saat ini, sebanyak 5 saksi yang sudah diperiksa oleh anggota terkait adanya kejadian tersebut, imbuh kasatreskrim.
Lima saksi itu terdiri atas dua orang tua korban dan tiga teman dari korban maupun pelaku.
Seperti diberitakan, pelaku ditangkap berdasarkan pengungkapan atas laporan orang tua korban yang membuka ponsel dan membaca perpesanan WhatsApp milik anaknya.
Ada chat berupa bukti transfer uang ke salah satu rekening di sebuah bank.
Tidak hanya sekali.
Namun, beberapa kali.
Petugas polsek kemudian berhasil melacak pemilik rekening tujuan transfer korban.
Dari pemilik rekening itu, diketahui bahwa rekeningnya hanya dipinjam.
ATM-nya dibawa Didi.
Sejumlah warga Kecamatan Karanggeneng mengira Didi sebagai seorang laki — laki.
Sebab, penampilannya sehari — hari tidak seperti perempuan.
Rambutnya cepak, tidak memasang perhiasan anting — anting di telinga, dan senang bercelana pendek. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma