LAMONGAN, Radar Lamongan - Kehadiran kolam retensi di kawasan perkotaan akan menjadi solusi dalambmengatasi genangan dan banjir di kota, khususnya yang dibatasi Kali Dapur dan Kali Veteran.
Upaya pengendalian banjir kota ini sudah mulai dimanfaatkan dengan kapasitas maksimal 25 ribu meter kubik dengan pompa 300 liter per detik se-banyak dua unit.
‘’Alhamdulillah, pembangu-nan kolam retensi sudah selesai. Semoga upaya ini ber-manfaat jangka panjang, dan disusul dengan pembangunan di bidang lain untuk mewujudkan Kejayaan Lamongan yang berkeadilan,’’ ujar Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA.
Kepala Dinas PU SDA Lamongan, Gunadi mengatakan, sistem kerja kolam membuang sebagian air banjir dari kanal banjir Sidokumpul ke Kali Dapur.
Sebelum hujan, volume kolam retensi dikurangi, sehingga ketika turun hujan kolam dapat menampung air genangan dari kota.
Yakni dengan membelokkan sebagian air banjir ke kanal Sidokumpul ke kali Dapur melewati kolam retensi.
Selama ini, genangan kota ini terjadi karena pembuangan ke Kali Dapur dan Veteran bergantian, dengan adanya kolam retensi pembuangan akan dibelokkan ke kolam.
‘’Karena komitmen Bupati Yes dalam mengatasi masalah genangan kota dan banjir, sehingga dibangun kolam retensi yang memiliki manfaat berkepanjangan dan tentunya menjadi solusi berjangka dalam mengatasi masalah banjir di Lamongan,’’ ujarnya.
Gunadi menjelaskan, dengan adanya pembangunan
ring road utara akan menutup sebagian kanal banjir kota.
Sehingga peran kolam retensi sangat penting, sebab saluran darurat kapasitasnya kecil. Sistem kerjanya, air genangan yang dibelokkan ke kolam retensi akan dibuang ke kali Dapur menggunakan pompa.
Setiap pagi sesuai SOP, kolam retensi dikurangi elevasinya dibuang ke kali Dapur.
Tujuannya agar kolam mampu menampung pembuangan dari arah kota selama hujan.
Kemudian untuk masalah banjir Bengawan Jero, Pemkab Lamongan bekerjasama dengan Pemprov Jawa Timur melakukan rehabilitasi kuro.
Hasilnya ada tiga unit pompa bantuan Gubernur Jatim yang bisa digunakan untuk membuang air dari Kuro dengan kapasitas 2.000 liter per detik.
‘’Jadi ada kegiatan rehab pintu air, pembangunan rumah jenset pompa Kuro dan penambahan kapasitas pompa yang Insya Allah akan membantu
mengatasi masalah banjir Lamongan,’’ jelasnya.
Selain memasifkan kegiatan penanganan dan pengendalian banjir, Gunadi menuturkan, jika Bupati Yes sangat berkomitmen dalam menjaga
ketersediaan air untuk petani, guna meningkatkan produksi pertanian di Lamongan.
Seperti diketahui, Lamongan merupakan lumbung pangan nasional dengan produksi padi mencapai 1,1 juta ton.
Gunadi merinci ada dua saluran irigasi yang direhab, 57 embung dikeruk, dan pengerukan rawa Sibanget 10 ribu meter kubek, serta rawa Pading 4 ribu meter kubik.
‘’Tahun ini, pembangunan dan rehab terus dilanjutkan, yakni pengerukan tiga waduk dan 62 embung serta perbaikan salurannya,’’ te-
rangnya. (rka/ind)