LAMONGAN, Radar Lamongan - Hujan deras juga berdampak pada meningkatnya debit air daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo.
Sehingga, air meluber hingga ke pemukiman warga dan lahan pertanian di Wilayah Babat dan Laren kemarin.
Kalaksa BPBD Lamongan, Joko Raharto menjelaskan, sebanyak 43 rumah di Kelurahan Babat tergenang dengan ketinggian 20-25 centimeter (cm).
Sementara itu, petugas masih mendata pemukiman yang terdampak di Kelurahan Banar, Desa Bedahan, Desa Truni, dan Desa Trepan.
Sedangkan, ada beberapa desa di Kecamatan Laren terdampak luberan aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
Di antaranya Desa Durikulon, Centini, Keduyung, Pesanggrahan, Mojoasen, Siser, Bulutigo, dan Taman Prijek.
Di Laren pemukiman di wilayah bantaran, ada masuk pemukiman sekitar 5-10 cm, ini masih dalam pendataan, ujar Joko, sapaan akrabnya.
Dia intens memantau ketinggian muka air Bengawan Solo dari laporan dari BBWS.
Saya berharap tidak hujan, sehingga perkiraan enam sampai delapan jam ke depan, permukaan Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Lamongan bisa turun, imbuhnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta