Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Tujuh Sekolah di Kecamatan Turi Lamongan, Terendam Banjir

Anjar Dwi Pradipta • Kamis, 8 Februari 2024 | 16:47 WIB
TERGENANG : Halaman Sekolah SDN Tembakploso Kecamatan Turi, Lamongan terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Kali Plalangan (Anjar. / rdrlmg)
TERGENANG : Halaman Sekolah SDN Tembakploso Kecamatan Turi, Lamongan terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Kali Plalangan (Anjar. / rdrlmg)

LAMONGAN, Radar Lamongan — Dinas Pendidikan Lamongan mendata jumlah sekolah terdampak banjir di Desa Tambakploso, Kecamatan Turi. Hingga Rabu (7/2), dilaporkan masih terdapat tujuh sekolah terendam.

Meliputi SDN Tambakploso, TK Nusantara, TK Tunas Harapan, TK Harapan Bangsa, KB Tunas Harapan, KB Nusantara, dan KB Harapan Bangsa. 

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa titik tanggul Kali Plalangan Jebol merendam pemukiman, sawah tambak, dan fasilitas umum.

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif menjelaskan, ada beberapa lembaga yang terdampak tanggul jebol.

Sehingga air masuk ke halaman dan beberapa ruang kelas, yang menyebabkan aktivitas pembelajaran terganggu. 

Air yang masih cukup tinggi yakni seukuran mata kaki orang dewasa, maka pelajar dipulangkan lebih awal agar belajar dari rumah.

Pihak sekolah sedikit lebih tenang, karena hari ini (8/2) libur tanggal merah.  

Minimal dengan libur empat hari ini, kita ada waktu untuk membersihkan sekolah. 

Sambil menunggu petugas penanggulangan banjir melakukan upaya pencegahannya,” terang Munif, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Dia berharap, penanganan sementara yang dilakukan akan berdampak dalam mengurangi volume air yang masuk ke halaman sekolah.

Sehingga minggu depan sudah bisa dilakukan pembelajaran normal seperti biasanya. 

Bagaimana jika kondisi belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka.

Munif mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah dengan pembelajaran jarak jauh, karena siswa harus tetap mendapatkan pembelajaran. 

Kita upayakan agar pembelajaran tetap berlangsung, baik itu secara daring maupun memanfaatkan lokasi darurat sementara,” terangnya. 

Munif meminta agar kepala sekolah kooperatif dalam melaporkan kondisi lembaganya setiap saat.

Selain itu, untuk arsip penting sebaiknya segera disimpan sebagai bentuk antisipasi.

Kemudian, dia juga meminta agar dilakukan piket selama libur nanti, untuk memantau perkembangan kondisi banjir di lembaga masing-masing. (rka/ind). 

Editor : Anjar D. Pradipta
#tanggul jebol #banjir #Kecamatan Turi #lamongan