LAMONGAN, Radar Lamongan - Pemkab Lamongan bersinergi dengan Pemprov Jatim dan pemerintah pusat menyusun strategi jangka pendek dan panjang untuk menurunkan inflasi. Terhitung sudah 20 kali operasi pasar murah (OPM) dilakukan dan dua kali gerakan pasar murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meringankan biaya pembelian.
Sementara strategi jangka panjang dilakukan untuk mendukung program pusat dalam menurunkan angka prevalensi stunting. Pemkab Lamongan menerima bantuan insentif fiskal dari Kemendagri dan Kementrian Keuangan RI. Bantuan insentif fiskal ini digunakan sesuai arahan kemendagri yang difokuskan untuk pendanaan kegiatan prioritas seperti mendukung penurunan stunting, pengendalian inflasi daerah, dan peningkatan investasi.
Bahkan, dalam mempersiapkan generasi emas 2045 bebas stunting, bupati Lamongan bersedia menjadi orang tua asuh stunting.
Gerakan orang tua asuh stunting ini diinisiasi TP PKK Kabupaten Lamongan dengan menyiapkan inovasi 1-10-100. Yakni, satu paket sembako dari orang tua asuh untuk 10 anak stunting selama 100 hari. Pengentasan stunting ini merupakan program prioritas pemerintah dalam membangun sumber daya manusia berkualitas dan menciptakan keluarga sejahtera.
Dalam mewujudkan kemandirian ekonomi, Bupati Yes berhasil meraih penghargaan Pembina Koperasi Andalan dalam peringatan Hari Koperasi dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Bahkan, Kabupaten Lamongan ditunjuk oleh Pemprov Jatim menjadi city of charm pada expo OPOP (one pesantren one product) tahun 2023. Kabupaten Lamongan dikenal memiliki ruang tersendiri dalam mempromosikan produk unggulan pesantren dan potensi ekonomi berbasis pesantren.(rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma