LAMONGAN, Radar Lamongan – Pemeriksaan kesehatan bagi bakal calon jemaah haji (CJH) dimulai minggu ini. Sehat menjadi salah satu syarat melakukan pelunasan biaya haji mulai tahun ini.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, mengatakan, konsep haji tahun 2024 berbeda dengan pelaksanaan haji 2023. Tahun ini, harus istitoah kesehatan lebih dulu dibanding istitoah amalia atau kesanggupan pembayaran pelunasan haji.
Sehingga, sebelum melakukan pelunasan, bakal CJH harus melakukan pemeriksaan kesehatan. ‘’Diproses pemeriksaan kesehatan, istitoah artinya layak untuk melakukan pelunasan,’’ ucapnya.
‘’Yang mengeluarkan suart istitoah kesehatan adalah dinas kesehatan melalui RS dan puskesmas,’’ imbuhnya.
Ghofur mengatakan, pemeriksaan kesehatan bakal calon jemaah haji dimulai bulan ini. ‘’Kita kick-off di minggu kedua ini. Rencananya kita rapat kordinasi dulu bersama kepala UPT Puskesmas dan beberapa KBIHU yang punya jemaah bimbingannya,’’ katanya.
Menurut Ghofur, istitoah kesehatan menjadi syarat. Maka, itu harus dilalui bagi bakal CJH. Bagi mereka yang dinyatakan secara medis tidak layak karena unsur sakit permanen atau membahayakan Jemaah, secara otomatis tida bisa dipaksakan untuk direkomendasi berangkat.
Ghofur mengestimasi bakal CJH Lamongan ada 1.706 orang. Angka itu bisa bertambah dan berkurang, bergantung pelunasan dan proses akhir.
Jika setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dinyatakan layak, maka bakal CJH bisa melakukan pelunasan haji.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan, dr Hilda, mengatakan, kemarin dinasnya merapatkan dengan seluruh jajaran puskesmas terkait pemeriksaan kesehatan bakal CJH. ‘’Insya Allah mulai minggu ini (pemeriksaan kesehatan),’’ katanya.
Terkait jadwalnya, tergantung masing-masing puskesmas. ‘’Nanti (bakal) CJH akan mendapatkan undangan dari puskesmas,’’ ujarnya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma