LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Tak hanya menyebabkan luapan air di jalan nasional, curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Lamongan sejak Minggu (21/12) sore kembali memicu banjir di sejumlah kawasan permukiman.
Pantauan wartawan Radarlamongan.co, Senin (22/12) siang, sejumlah rumah warga di wilayah Desa Made Kecamatan Lamongan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40–50 sentimeter.
Warga menyebut, luapan air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 03.00 WIB, hingga siang hari terpantau genangan air masih merendam puluhan warga di wilayah tersebut.
Hanafi, warga Lingkungan Made Kampung, Desa Made, mengatakan wilayah tempat tinggalnya memang kerap dilanda banjir. Namun, banjir kali ini disebutnya sebagai yang terparah. Seluruh bagian rumahnya terendam air, mulai dari kamar tidur hingga kamar mandi.
“Ini yang paling parah dibanding sebelumnya. Daerah sini memang sering kebanjiran, tapi baru kali ini surutnya lama,” ujar Hanafi.
Ia menyebut, sedikitnya sembilan rumah di sekitar tempat tinggalnya ikut terendam akibat luapan air anak sungai plalangan.
Keluhan serupa disampaikan Susi, warga Perumahan Made Regency, menurutnya genangan air di ruas jalan permukiman merembes masuk ke rumah melalui sela-sela keramik lantai.
“Di sekitar sini ada sekitar 16 rumah yang tergenang. Rumah saya nggak sampai banjir, tapi airnya merembes melalui sela-sela keramik," ungkapnya.
Menurutnya, air genangan tersebut berasal dari aliran anak sungai Plalangan yang berada di samping perumahannya.
"Airnya mengalir terus dari sana, disini memang jalur aliran anak Sungai Plalangan,” ungkapnya sambil menunjuk aliran sungai yang berada tak jauh dari permukiman warga.
Tak hanya merendam rumah, banjir juga menggenangi sejumlah ruas Jalan permukiman Perumnas Made. Beberapa lahan pertanian dan perikanan milik warga turut terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap air segera surut dan tidak turun hujan susulan yang berpotensi memperparah kondisi. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta