radarlamongan.jawapos.com, Lamongan – Selalu berbuat kebaikan yang tak pernah ada ujungnya.
Itulah keinginan Ipda Purnomo, yang kini menjabat kanit Binpolmas Polres Lamongan, ketika kali pertama memutuskan ikut menjadi pegiat sosial.
Sudah tujuh tahun dia berkecimpung di kegiatan sosial.
Sejak Purnomo menjadi anggota bhabinkamtibmas di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat. Banyak kegiatan yang dilakukan.
Mulai pembagian nasi bungkus, bedah rumah, ojek gratis, sedekah amplop senyum, hingga membantu dan menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Perawatan terhadap ODGJ itu dilakukan empat tahun terakhirnya.
Dia melakukan kegiatan itu bersama Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang dikelolanya.
Purnomo mengenang saat melihat warga Banaran yang menjadi ODGJ.
Orang tersebut dibawa ke Malang.
Tiba di Malang, ternyata ODGJ itu tidak mempunyai KTP dan ditolak.
Purnomo lalu menitipkan ODGJ itu ke sebuah yayasan di Malang.
ODGJ yang dititipkan Purnomo ke lokasi tersebut terus bertambah.
Purnomo harus membayar Rp 3,5 juta per orang setiap bulannya.
Bahkan, dia pernah membayar Rp 75 juta per bulan untuk biaya ODGJ yang dititipkan.
Beruntung, Purnomo mendapatkan tambahan uang dari donatur.
Selain itu, adsense dari akun youtube-nya Purnomo Belajar Baik, juga sudah menghasilkan pundi – pundi uang.
‘’Gaji (sebagai anggota Polri) tentunya tidak mencukupi,’’ ujarnya.
Pengeluaran Purnomo yang banyak itu membuat sang istri marah.
Sang istri yang ‘’ngomel’’ menyarankan Purnomo untuk mengurus para ODGJ itu di rumah.
Ide dari istrinya inilah yang membuatnya bertekad membuat bangunan di dekat rumahnya.
Serta, ke depan ingin mendirikan pondok pesantren rehabilitasi mental.
Apalagi, saat ini youtube Purnomo Belajar Baik sudah menembus 2,32 juta subscriber.
Sebagian uang penghasilan ngonten di media sosial itu dapat digunakan untuk mencicil bangunan pondok pesantren (ponpes). (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma