Kisah Airlangga Argha Mochamad Hasan, Karateka Cilik Lamongan Peraih Medali Emas Piala Danrem

Rika Ratmawati • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:00 WIB
BERPRESTASI: Argha Mochamad Hasan naik podium teratas. (Istimewa/Radar Lamongan)
BERPRESTASI: Argha Mochamad Hasan naik podium teratas. (Istimewa/Radar Lamongan)

Suka Sejak TK, Berlatih Bersama Kakak dan Adik 

 

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Usia bukanlah ukuran seberapa jauh kita bisa melangkah, melainkan seberapa tangguh kita bangkit dari setiap kekalahan. Dari matras sederhana, Airlangga Argha Mochamad Hasan ditempa untuk siap menghadapi berbagai kejuaraan. 

 

RIKA RATMAWATI, Lamongan 

 

Suaranya masih khas kekanak - kanakan, renyah, dan jujur tanpa polesan. Namun, nada kalimatnya menyiratkan kebanggaan yang begitu dalam. Bagi bocah sepuluh tahun ini, kepingan medali emas yang kini berpindah ke tangannya bukan sekadar hiasan. Itu wujud nyata dari tetes keringat, lelah yang dibayar tuntas, serta buah dari kerja keras yang dirajut hari demi hari di atas matras latihan.

Airlangga Argha Mochamad Hasan, pelajar kelas V SDN 3 Jetis, Lamongan, ini baru saja menorehkan tinta emas dalam lembaran awal perjalanan karirnya di dunia bela diri. Putra pasangan Mochamad Hasan Wijaya dan Dian Arum Dwi Tyasari tersebut sukses keluar sebagai juara pertama kumite +35 kg pra pemula putra pada ajang Kejuaraan Karate Open Tournament Jawa Timur Piala Danrem di Mojokerto, 22—23 Agustus 2026.

Baca Juga: Atlet Karate Lamongan Boyong Enam Medali Emas dari Kejuaraan di Kota Mojokerto

Meski piala bergengsi itu menjadi medali emas pertamanya di kelas turnamen terbuka, nyali Argha di arena sejatinya sudah teruji. Jam terbangnya tidak lagi hijau. Bocah kelahiran Lamongan ini sudah malang melintang di berbagai gelaran bergengsi, mulai dari Kejurda Inkanas Piala Kapolda Jatim hingga Piala Kapolres Bojonegoro.

“Alhamdulillah bisa meraih juara satu, dan semoga ke depannya bisa konsisten untuk meraih juara,” harapnya.  

Langkah Argha menapaki dunia karate tidak lahir dari ruang hampa. Darah sportivitas itu mengalir berkat dorongan penuh dari kedua orang tuanya yang sejak awal mengenalkannya pada seni bela diri asal Jepang tersebut. Bahkan, jejak langkah Argha di tatami sudah dimulai sejak dirinya masih duduk di bangku TK B.

Baca Juga: Lompat Jauh Raih Medali Perunggu, Karate Sumbang Emas di Porprov Jatim

Ada cerita kehangatan keluarga di balik setiap pukulan dan tangkisan yang dilepaskan Argha saat latihan rutin setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Dia tidak berjuang sendirian saat menguji kemampuan. Kakak dan adiknya turut serta menempa diri di tempat latihan yang sama. Ketika lelah mendera atau kesulitan mampir di tengah sesi latihan yang menguras tenaga, kehadiran keluarga menjadi jangkar terkuat yang membuatnya tetap bertahan.

Pelatih karate, Samsul, yang mendampingi tumbuh kembang sang atlet, menyimpan rasa bangga tersendiri. Di matanya, Argha adalah tipe anak yang memiliki dahaga belajar yang tinggi. Kegagalan di masa lalu tidak pernah membuatnya surut ke belakang; justru menjadi bahan bakar untuk berlatih lebih keras. Samsul berharap agar Argha ke depan bisa lebih baik lagi, dan tidak berpuas. “Saya bangga, meski selama gagal mereka juga nangis, mengeluh capek, sakit tapi tetap berlatih,” tuturnya.

Saat ini, Argha fokus meningkatkan intensitas latihannya karena akan mengikuti kejuaraan Karate KONI Pusat di Kota Kediri 24-25 Oktober mendatang dan internasional karate Unesa Rektor Cup III. Dia berusaha menambah jadwal latihannya karena ingin berprestasi lagi. 

Bagi Argha dan keluarganya, medali emas pertama ini hanyalah sebuah permulaan, pintu gerbang menuju tantangan yang lebih luas di masa depan. Di usianya yang masih belia, dia telah membuktikan bahwa mimpi besar tidak pernah mengenal ukuran usia. (*/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
piala Danrem karate medali emas bela diri