radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Muaythai Lamongan ingin membuktikan eksistensinya. Bukan sekadar bertahan, melainkan konsisten melahirkan generasi baru.
Ketua Pengcab Muaythai Lamongan, Ganef, mengatakan, menu latihan rutin wajib dilahap para atlet dua kali dalam sepekan.
Uji nyali terus dilakukan. Bulan lalu, ring Kejuaraan Piala Wali Kota Surabaya menjadi arena pembuktian.
Baca Juga: IDUL ADHA Jasa Giling Daging di Lamongan Banjir Orderan
Tim pelatih sengaja memasang strategi menerjunkan barisan atlet pemula. Langkah ini diambil karena target besarnya mematangkan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
Pulang dari Kota Pahlawan, pasukan muda Lamongan itu sukses membawa oleh - oleh dua medali perak dan satu perunggu.
“Ini akan menjadi evaluasi dari atlet dan tim pelatih untuk terus meningkatkan kemampuannya,” tuturnya.
Baca Juga: Empat Pencuri Barang di Kapal Tanker Diancam Tujuh Tahun Penjara di PN Lamongan
Ganef menjelaskan, jika tidak ada kendala, maka akhir bulan ini akan mengirimkan delapan atlet ke Magetan untuk mengikuti kejuaraan di sana.
Peserta kejuaraan tersebut dari delapan kabupaten. Harapannya atlet bisa lebih maksimal lagi dan bisa membawa pulang medali emas.
Selain itu, atlet juga disiapkan mengikuti gelaran kejuaraan muaythai di Bojonegoro. Kendati jadwal resmi pelaksanaan masih abu - abu, kepastian armada yang akan didelegasikan sudah matang di kantong pelatih.
Menurut Ganef, menjaga ritme bertanding di atas ring jauh lebih ampuh ketimbang sekadar memeras keringat di tempat latihan. Demi menempa mental petarung, para atlet muaythai Lamongan kerap "diseberangkan" untuk mencicipi atmosfer arena kickboxing.
Selama ini, muaythai Lamongan sudah memiliki ring sendiri, namun belum standar. “Kita maksimalkan yang ada, intinya atlet semangat berlatih, semoga hasilnya maksimal,” katanya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma