radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Suara bocah yang akrab disapa Zizi itu pelan.
Dari cara bicara dan gerakan tubuhnya, dia terlihat sedikit pemalu.
Pelajar kelas 3 SD Muhammadiyah Lamongan itu menyimpan segudang prestasi.
Terakhir, atlet potensial di Pengkab Akuatik Lamongan itu meraih medali emas pada papan 1 meter (m) putri dan medali perunggu girls poolside pada 2nd Pari Sakti Diving International Competition di Stadion Akuatik GBK Senayan Jakarta.
Sebelumnya, Zizi pernah meraih medali perak gaya bebas 50 m putri kelompok umur 3, 4, dan 5 kategori C.
Tahun ini, Zizi menjuarai salah satu perlombaan gaya bebas dan gaya kupu – kupu 25 m KU 16 putri.
Serta medali perak gaya bebas 100 m KU 16 putri.
“Sangat senang bisa punya medali dan mau belajar terus,” ujarnya.
Zizi kali pertama belajar renang saat masih TK B (2021).
Orang tua selalu mendukungnya untuk meningkatkan kemampuan dengan memfasilitasi latihan khusus.
Setiap ada kesempatan kejuaraan atau even, dia diupayakan untuk bisa berpartisipasi.
Apalagi, sang pelatih meyakinkan kepada orang tuanya Zizi tentang potensinya.
Sang orang tua kemudian sangat ketat menjaga pola makan Zizi.
Juga mengatur asupan vitamin, susu yang cukup, serta pola istirahatnya.
“Setiap libur latihan, wajib untuk istirahat,” terang putri pasangan Dian Tri Harsa dan Yuli Errina Fitriningrum itu.
Dian mengaku harus memberikan treatmen khusus untuk membangun mood anaknya.
Biasanya dia kerap memperlihatkan video atlet renang terkenal.
Setelah itu, memberikan pengertian mengenai potensi dan bakat yang dimiliki, memotivasi dan menuruti apa yang diinginkan.
Ketika berlatih loncat indah di Surabaya, Dian memberikan contoh atlet nasional dari Jawa Timur Gladies Lariesa yang beberapa kali bertemu dengan Zizi.
“Kami tidak memaksa, tapi berusaha memberikan dukungan akan potensi yang dimiliki anak,” ujarnya.
Agenda sejumlah kejuaraan masih menanti Zizi.
Dia bakal memperkuat kontingen Lamongan pada Porprov Jatim di cabor loncat indah.
Bulan depan, juga ada Sidoarjo Cup serta Bupati Cup di Agustus.
Dian berusaha menjaga jadwal latihan anaknya supaya tidak sampai berbenturan dengan sekolah.
Saat ini, fokusnya masih renang dan loncat indah.
Dian akan memberikan keleluasaan ketika anaknya sudah besar untuk mengembangkan bakat lain.
Harapannya, apapun yang dicita - citakan bisa tercapai. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma