radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Sang kakek menginginkan Willy Rakha Candra Pratama bisa menjadi personel TNI seperti dirinya.
Sejak di bangku sekolah dasar, dia belajar renang dan akhirnya mengukir sejumlah prestasi.
Suara Willy Rakha Chandra Pratama terdengar terbata - bata ketika menerima telepon dari Jawa Pos Radar Lamongan.
Namun, dia bisa menjelaskan tentang prestasinya di dunia renang.
Siswa kelas VIIE SMPN 1 Babat itu sudah beberapa kali mendapatkan juara pada kejuaraan di tingkat kabupaten maupun Provinsi Jatim.
Di antaranya, juara 1 gaya kupu - kupu dan gaya punggung pada Swimming Challenge tingkat Jatim di Kraton Sidoarjo.
Kemudian juara 1 gaya punggung nomor 50 meter (m) dan juara 2 gaya kupu - kupu 50 m pada kejuaraan renang Cokelat Mojopahit tingkat Jatim 15 - 16 Februari lalu di Mojokerto.
Willy belajar renang sejak berusia 6,5 tahun.
Sang kakek yang purna TNI, menginginkan semua cucunya bisa menjadi personel TNI seperti dirinya.
Renang menjadi salah satu olahraga yang diujikan untuk masuk TNI/Polri.
Willy kemudian diarahkan orang tuanya untuk belajar berenang.
Willy berhasil menguasai empat gaya renang saat usianya 7 tahun.
Setelah menguasai sejumlah gaya, Willy aktif mengikuti berbagai kejuaraan.
''Selama ada waktu tetap ingin ikut lomba terus untuk menambah pengalaman,” ujar putra pertama dari tiga bersaudara itu.
Dalam seminggu, dia bisa berlatih enam kali.
Apalagi, Willy mengikuti latihan di dua perkumpulan renang, New Lawe Tuban dan Dolphin Babat.
Kejuaraan renang yang diikutinya tak hanya di Lamongan.
Juga kejuaraan di luar kota seperti Sidoarjo dan Mojokerto.
Nomor andalannya, gaya kupu-kupu dan punggung.
Willy mengatakan, paling penting saat belajar renang itu bisa mengatur pernapasan di air.
Sama seperti saat latihan olahraga lain, peregangan otot perlu dilakukan sebelum beraktivitas renang.
“Semoga ke depan bisa meningkatkan prestasi di kancah nasional,” harap atlet renang terbaik dalam kejuaraan di Lamongan itu.
Willy tidak membatasi makanan. Selama terpenuhi kebutuhan gizi dan proteinnya, dia memakannya.
Baginya, berat badan ideal itu menyesuaikan jadwal latihan.
Semakin berat latihan, maka tubuh akan menyesuaikan sendiri.
Menurut dia, kekuatan dan kecepatan berenang tidak dilihat dari postur tubuh.
Melainkan dari endurance saat latihan dan jam terbang yang didukung dengan konsistensi.
“Insya Allah bulan depan setelah lebaran sudah ada jadwal seleksi O2SN tingkat kabupaten dan kejurda di Sidoarjo,” terang putra pasangan Agus Widodo dan Elisa Arum Trisna tersebut. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma