Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Mengenal Hipdut, Genre Musik Baru yang Mengangkat Nama Tenxi

Redaksi • Sabtu, 7 Februari 2026 | 16:34 WIB
Photo
Photo

RADARLAMONGAN.CO – Nama Tenxi belakangan makin sering muncul di berbagai platform media sosial, terutama di kalangan Gen Z. Popularitas itu tidak datang begitu saja. Ada momentum tertentu yang membuat karya-karya kolaborasinya kembali ramai dibicarakan dan dipakai sebagai latar video pendek, khususnya di TikTok.

Salah satu titik penting dalam meningkatnya perhatian publik terhadap Tenxi terjadi lewat kolaborasi Garam & Madu (Sakit Dadaku) bersama Naykilla dan Jemsii. Lagu ini dinilai menghadirkan warna yang mudah melekat di telinga. Dari sini, istilah hipdut pun kembali menguat, merujuk pada percampuran elemen hip-hop dan dangdut yang terasa segar bagi pendengar muda.

Campuran genre semacam ini selaras dengan selera audiens yang semakin terbuka terhadap lintas gaya musik. Di tengah pola konsumsi yang kini didominasi potongan audio di platform video pendek, rilisan sejak akhir 2024 itu masih terus menemukan ruang untuk diperbincangkan.

Melihat respons publik yang cukup positif, Tenxi tampaknya berupaya menjaga ritme lewat strategi rilis yang konsisten. Pada 2025, ia kembali menghadirkan karya berjudul Kasih Aba-Aba dengan formasi kolaborator yang serupa. Langkah ini dapat dibaca sebagai upaya mempertahankan identitas bunyi sekaligus merawat basis pendengar yang telah terbentuk.

Selain Garam & Madu (Sakit Dadaku), sejumlah lagu Tenxi juga ramai digunakan di TikTok, antara lain Kasih Aba-Aba, Bintang 5, mejikuhibiniu, Cuma Satu, dan Puting Beliung. Deretan lagu tersebut menunjukkan upaya menjaga kesinambungan kehadiran Tenxi di ruang digital.

Jika ditarik sebagai sebuah pola, Garam & Madu berperan sebagai pembuka perhatian, sementara rilisan setelahnya memperluas persepsi publik bahwa karyanya tidak berhenti pada satu momen saja. Respons berupa percakapan dan interaksi di media sosial juga menandakan bahwa audiens masih terbuka pada eksplorasi bunyi yang memadukan berbagai warna.

Meski belum ada kepastian seberapa panjang usia hipdut ke depan, langkah Tenxi dan para kolaboratornya tetap menarik untuk diikuti. Apakah fenomena ini akan berkembang menjadi arus yang lebih luas atau hanya menjadi fase kreatif yang kuat pada periode tertentu, waktu yang akan menjawab. (*)

Editor : Anjar D. Pradipta
#dangdut #Genre Musik #hipdut #Tenxi #hiphop