LAMONGAN, RADARLAMONGAN CO - Penantian panjang para gamer terhadap Grand Theft Auto VI (GTA VI) memang sudah memuncak.
Namun, bukan cuma soal kualitas visual, skalanya yang luar biasa justru jadi bahan perbincangan utama kalangan industri.
Analis memperkirakan, proyek ambisius Rockstar Games ini menghabiskan biaya produksi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah hiburan.
Baca Juga: Tingkat Kunjungan Makin Menyusut, Penambahan Wahana Wisata Bahari Lamongan Masih Dikaji
Berdasarkan pantauan dari berbagai laporan industri, perusahaan induk Rockstar, Take-Two Interactive, disebut telah menggelontorkan dana hingga USD 1,5 miliar atau setara Rp 25 triliun lebih untuk pengembangan game ini.
Angka fantastis tersebut langsung menempatkan GTA VI jauh melampaui rekor anggaran film-film blockbuster Hollywood maupun game AAA kelas kakap lainnya, semisal The Last of Us Part II.
Meski demikian, CEO Take-Two, Strauss Zelnick, masih merahasiakan angka resmi secara detail.
Dalam wawancara terbarunya, ia hanya mengakui bahwa proyek tersebut "sangat mahal".
Namun, merujuk pada pantauan perkembangan proyek ini, ada sejumlah alasan kuat mengapa biayanya bisa membengkak hingga triliunan rupiah.
Salah satunya perihal durasi pengembangan. Proses pengerjaan GTA VI diketahui telah berlangsung lebih dari delapan tahun.
Waktu ini tentu membutuhkan biaya operasional tim yang sangat masif. Selain itu, Rockstar memang berambisi menghadirkan teknologi grafis mutakhir.
Mereka ingin menciptakan standar baru soal detail visual dan tingkat imersi dunia terbuka (open-world).
Fenomena kenaikan biaya produksi game yang terus merangkak naik turut mendorong pembengkakan harga produksi.
Menariknya, ia menegaskan bahwa kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) sampai saat ini ternyata belum mampu menekan angka tersebut secara signifikan.
Baca Juga: Peraih Juara Kumite Reguler Putri ini Masih Susah Hilangkan Rasa Gugup
Anggaran selangit ini pun berimbas pada rumor yang kini ramai beredar soal harga jual.
Ada bocoran bahwa GTA VI bakal dibanderol di atas harga standar game konsol saat ini yang berada di angka USD 70 atau sekitar Rp 1,17 juta.
Menanggapi spekulasi harga tersebut, Zelnick tegas. Ia menyatakan konsumen akan membayar sesuai dengan nilai hiburan yang mereka dapatkan.
Meski modal yang dikeluarkan tergolong besar, Take-Two tampak sangat optimistis bisa balik modal dengan cepat.
Pasalnya, antusiasme pasar terhadap game ini terbilang luar biasa. Para analis memprediksi nilai pra-pemesanan (pre-order) saja diperkirakan menembus USD 1 miliar.
Lebih jauh, pendapatan di tahun pertama diproyeksikan menyentuh angka USD 3,2 miliar atau sekitar Rp 53,57 triliun.
Sebagai perbandingan nyata, pendahulunya, GTA V, sempat mencatat sejarah dengan meraup keuntungan USD 1 miliar hanya dalam tempo tiga hari setelah peluncuran.
GTA VI dijadwalkan meluncur terlebih dahulu untuk konsol generasi terbaru, yakni PlayStation 5 dan Xbox Series S/X.
Baca Juga: Rawat Budaya, IWAPI Lamongan Gelar Lomba Berkebaya
Berdasarkan informasi yang tertera di website Rockstar, game ini ditargetkan rilis pada 19 November 2026.
Sementara itu, para pengguna PC biasanya harus bersabar menunggu versi mereka yang kerap menyusul sekitar satu tahun setelahnya. (mgg/ind)
Editor : Indra Gunawan